Kementerian PUPR: Progres konstruksi Rusun Pasar Jumat capai 88 persen

Kementerian PUPR: Progres konstruksi Rusun Pasar Jumat capai 88 persen

Pembangunan rumah susun Pasar Jumat, Jakarta yang telah mencapai 88,12 persen. ANTARA/HO-Kementerian PUPR/am.

Diharapkan dengan penyediaan hunian yang layak berupa rusun dapat memberikan kontribusi nyata bagi produktivitas masyarakat dalam bekerja
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengungkapkan progres atau perkembangan konstruksi Rumah Susun (Rusun) Pasar Jumat, Jakarta, saat ini telah mencapai 88,12 persen.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan rusun di samping untuk MBR, juga diperuntukkan bagi para mahasiswa, pelajar, santri, dan pekerja, termasuk para Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI/Polri.

"Diharapkan dengan penyediaan hunian yang layak berupa rusun dapat memberikan kontribusi nyata bagi produktivitas masyarakat dalam bekerja, sekaligus sebagai persiapan menghadapi tatanan baru (new normal)," ujar Menteri Basuki dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.

Kementerian PUPR terus menyelesaikan pembangunan infrastruktur perumahan yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Setelah menyelesaikan Rumah Susun (Rusun) Pasar Rumput yang diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), di DKI Jakarta juga tengah dibangun Rusun Tingkat Tinggi Pasar Jumat terutama bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Saat ini progres konstruksinya telah mencapai 88,12 persen.

Rusun Pasar Jumat berdiri di atas lahan seluas 5.300 meter persegi berada di Komplek Perumahan Kementerian PUPR yang tidak jauh dari Stasiun moda transportasi berbasis rel Mass Rapid Transit (MRT) atau Moda Raya Terpadu di Lebak Bulus, Jakarta.

Kehadiran Rusun berbasis Transit Oriented Development (TOD) yang lokasinya dekat dengan transportasi publik diharapkan memberikan nilai efisiensi tinggi bagi masyarakat perkotaan, khususnya para ASN.

Diharapkan konsep hunian terintegrasi ini dapat lebih banyak dikembangkan di kota-kota besar lainnya di Indonesia, sehingga dapat menurunkan angka backlog pemilikan dan penghunian rumah sekaligus meningkatkan kualitas hunian yang layak.

Luas bangunan utama Rusun Pasar Jumat sekitar 2.800 meter persegi terdiri dari 18 lantai yakni 16 lantai untuk hunian sebanyak 460 unit dan dua lantai untuk fasilitas bermain anak dan fasilitas umum yang berada di lantai 1 dan 2.

Untuk menambah kenyamanan penghuni, setiap unit pada Rusun Pasar Jumat didesain dengan tipe 36 yang dilengkapi dengan fasilitas satu kamar utama, satu kamar anak, ruang tamu, kamar mandi shower dan toilet duduk, dan ruang jemur pakaian dengan daya listrik 2.200 watt.


Sebelumnya Kementerian PUPR melalui Ditjen Perumahan telah menyelesaikan pembangunan Rusunawa Pasar Rumput dengan 25 lantai sebanyak tiga tower. Rusunawa ini menggunakan konsep mixed use atau penggunaan campuran antara hunian, komersial, dan pasar.

Untuk bagian bawah Rusunawa dimanfaatkan sebagai pasar, sedangkan di bagian atas dibangun unit hunian tempat tinggal beserta prasarana pendidikan untuk anak-anak.

Baca juga: Kementerian PUPR serahkan rusun Pasar Rumput ke Pemprov DKI
Baca juga: Rumah Susun Polri dibangun di Lapangan Bola Polsek Palmerah
Baca juga: PUPR gunakan rusunawa di Lombok Timur untuk isolasi COVID-19

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Proyek banyak tertunda, Kementerian PUPR godok protokol jasa konstruksi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar