Jalan Bukittinggi-Pasaman Barat sudah bisa dilewati pascalongsor

Jalan Bukittinggi-Pasaman Barat sudah bisa dilewati pascalongsor

Proses pembersihan material longsor di Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Sabtu (30/5) malam. ANTARA/HO-BPBD Agam

arus lalu lintas sudah kembali normal
Lubuk Basung (ANTARA) - Jalan provinsi yang menghubungkan Kota Bukittinggi menuju Pasaman Barat yang tertimbun longsor di Sungai Taleh, Nagari Baringgin, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat sudah bisa dilewati kendaraan setelah satu unit alat berat dikerahkan untuk membersihkan material.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Muhammad Lutfi Ar di Lubukbasung, Minggu, mengatakan pembersihan material tanah longsor menggunakan satu alat berat jenis louder milik Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Sumbar dan selesai dilakukan pada Sabtu (30/5) sekitar pukul 23.30 WIB.

"Arus lalu lintas sudah kembali normal untuk menghubungkan Bukittinggi menuju Pasaman Barat," katanya.

Baca juga: Longsor susulan kembali tutupi ruas jalan Sicicin-Malalak
Baca juga: Lima titik banjir longsor landa Agam pascahujan deras


Ia mengatakan, sebelumnya arus lalu lintas sempat putus total akibat tanah longsor menimbun badan jalan sepanjang 25 meter dengan ketinggian satu meter pada pukul 17.20 WIB, akibat curah hujan tinggi melanda daerah itu.

Sebelum alat berat sampai ke lokasi, tambahnya, tim gabungan dari BPBD, Satpol PP Damkar, Polres Agam, Kodim 0304 Agam, pemerintah nagari dan masyarakat sempat membersihkan material dengan cara gotong royong.

Dengan kondisi itu, akses jalan bisa dilewati kendaraan roda dua dan empat dengan sistem buka tutup.

"Jalan sudah bisa dilewati kendaraan dengan sistem buka tutup pada pukul 20.30 WIB," katanya.

Baca juga: Pemkab Agam kerahkan alat berat bersihkan longsor timbun rumah warga
Baca juga: Kodim 0304 Agam tanam akar wangi di daerah rawan longsor


Ia mengakui, jalan provinsi yang menghubungkan Bukittinggi menuju Pasaman Barat rawan terjadinya bencana tanah longsor saat curah hujan tinggi.

Untuk itu, Lutfi mengimbau pengendara untuk untuk meningkatkan kewaspadaan saat melewati daerah itu dengan cara berhenti di lokasi aman saat hujan.

"Ini harus dilakukan karena tanah sekitar jalan masih labil," katanya.

Baca juga: Tanah longsor terjadi di 30 lokasi di Kabupaten Agam
Baca juga: Jalan Agam-Bukittinggi tertimbun longsor

Pewarta: Altas Maulana
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar