Kemensos: Bansos yang kualitasnya kurang bagus bisa segera diganti

Kemensos: Bansos yang kualitasnya kurang bagus bisa segera diganti

Menteri Sosial Juliari Batubara (kanan) bersama Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Pepen Nazaruddin (kiri) menyerahkan bantuan sembako untuk warga di Kayuringin, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (9/5/2020). ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/wsj.

akan kami tindaklanjuti untuk segera diganti
Jakarta (ANTARA) - Direktur Jenderal Perlindungan Jaminan Sosial (Linjamsos) Kementerian Sosial Pepen Nazaruddin menegaskan warga dapat langsung menukar jika bantuan sosial (bansos) sembako yang diterima memiliki kualitas produk yang kurang bagus.

"Ketika ada ketidaksesuaian (produk), sampaikan saja, nanti akan kami tindaklanjuti untuk segera diganti," kata Pepen dalam siaran pers Kemensos yang diterima di Jakarta, Minggu.

Imbauan itu disampaikan Pepen ketika melakukan pemeriksaan kualitas bantuan sembako di Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawa Lumbu, Bekasi, Jawa Barat pada Sabtu (30/5) sore.

Baca juga: Kemensos terus percepat penyaluran BST dan bansos lain
Baca juga: Distribusi bansos tahap I lampaui 95 persen


Menurut dia, kemunculan produk dengan kualitas yang tidak sesuai biasanya terjadi pada beras karena diambil dari berbagai pemasok dan kualitas beras yang beragam. Pepen menegaskan bahwa pemerintah akan tetap menjaga bansos yang diberikan berkualitas dan sesuai standar kualifikasi beras premium.

Berdasarkan laporan warga yang diterima oleh Dirjen Linjamsos sejauh ini warga di daerah itu telah menerima bansos sembako dengan kualitas yang bagus.

Dalam kunjungan tersebut, Kemensos memastikan hampir 90 persen warga Sepanjang Jaya telah menerima bansos sembako Presiden Joko Widodo tahap ketiga yang dilakukan oleh pemerintah.

Hal itu dibenarkan oleh Ketua RW 02 Sepanjang Jaya, Mansur Hidayat, yang mengatakan bansos sembako tahap ketiga diprioritaskan kepada warga yang belum menerima bantuan apapun.

Baca juga: 4.000 KK di KBB telah menerima Bansos
Baca juga: Kemensos siap konsolidasi dengan kementerian lain terkait bansos


Dia juga menegaskan tidak ada tumpang tindih penerima bantuan di daerah tersebut untuk bansos sembako penanganan COVID-19 dan juga bantuan reguler seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

"Mereka kita tawarkan alternatif, kalau mereka (penerima bantuan PKH) terima (bantuan sembako), konsekuensinya nanti PKH-nya dicabut. Jika bantuan (sembako) diserahkan ke orang lain atau dialihkan, ya artinya silakan PKH-nya jalan terus," kata Mansur.

Baca juga: Kemensos nyatakan siap jika penyaluran bansos khusus diperpanjang
Baca juga: Kemensos: BST untuk 9 juta keluarga disalurkan pada Juni

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Mensos: Realisasi penyerapan APBN Kemensos tertinggi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar