PEPC siap pindah rig setelah selesai completion

PEPC siap pindah rig setelah selesai completion

Ilustrasi - Proyek pengembangan lapangan gas Randugunting di Rembang, Jawa Tengah, yang berpotensi memberikan tambahan produksi gas sebesar 3 MMSCFD untuk kebutuhan industri. ANTARA/HO-Pertamina Hulu Energi

Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina EP Cepu (PEPC) pada Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) berhasil menyelesaikan tahapan completion di kegiatan pemboran Wellpad Jambaran East, untuk bisa bersiap pindah rig dari Jambaran East ke Jambaran Central.

Tahapan completion ini merupakan proses pemasangan tubing (pipa produksi) beserta seluruh kelengkapannya, termasuk X-Mass Tree untuk mengatur flow atau aliran produksi gas nantinya.

Berdasarkan data yang dihimpun ANTARA di Jakarta, Minggu (31/5), sumur-sumur yang telah diselesaikan dan siap untuk dilakukan perforasi/pelubangan zona produksi meliputi empat sumur di Wellpad Jambaran East yaitu JAM -3, JAM-4ST, JAM-5ST, dan Jam-8. Adapun pekerjaan perforasi nantinya dilakukan secara Rigless Operation (tidak menggunakan rig).

Direktur Utama PT Pertamina EP Cepu Jamsaton Nababan menyatakan completion merupakan tahapan penting dari pengembangan Sumur Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru, karena sumur telah memasuki fase akhir sebelum kemudian memproduksi gas.

"Kami berharap operasi lanjutan ini dapat berjalan aman dan lancar, sesuai dengan komitmen kami pada standar keselamatan. Untuk itu kami mohon doa agar Proyek JTB berjalan aman, selamat dan lancar hingga tercapai target on-stream pada tahun 2021,” tegas Jamsaton.

Baca juga: Pertamina tanda tangani penjualan gas bumi 318 BBTUD

Hal tersebut diperkuat oleh Drilling Operations Manager Dhanar Eko Prasetyo yang menjelaskan bahwa dalam melakukan kegiatan ini, PEPC tetap patuh dan peduli terhadap standar keselamatan yang berlaku.

“Setelah completion ini kami akan melaksanakan kegiatan Rig Move atau pindah rig dari Jambaran East ke Jambaran Central, mulai tanggal 25 Mei 2020 dengan target dapat mulai beroperasi melakukan pemboran di Sumur JAM-6 dan JAM- 7 pada bulan Juni 2020. Dalam pelaksanaan pekerjaan, kami memilih bekerja selamat, dengan memastikan keselamatan setiap pekerja yang terlibat. Alhamdulillah, jam kerja selamat di Drill Site telah mencapai 934.830 per tanggal 28 Mei 2020,” katanya.

Jam kerja selamat merupakan bagian penting dari Proyek JTB yang dioperatori PEPC. Secara keseluruhan PEPC telah mencapai 17.391.921 jam kerja selamat.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari beberapa kegiatan besar sebelumnya yang telah berhasil dilaksanakan sebelumnya, seperti Pemasangan Selexol Regenerator dan Absorber. Dari sumur-sumur yang terdapat di Lapangan Gas JTB, PEPC menargetkan untuk memproduksi gas dan kondensat dengan produksi rata-rata raw gas sebesar 315 MMSCFD dan target gas on-stream pada 2021 dengan sales gas sebesar 192 MMSCFD.

Baca juga: Pertamina sepakati penjualan gas bumi untuk industri domestik
Baca juga: Cari mitra baru, Pertamina pastikan proyek kilang Cilacap tetap jalan

 

Pewarta: Afut Syafril Nursyirwan
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Ini Alasan Pertamina Berencana Hentikan Penjualan BBM Jenis Premium

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar