COVID-19 dapat diatasi bila masyarakat mengejawantahkan Pancasila

COVID-19 dapat diatasi bila masyarakat mengejawantahkan Pancasila

Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Letjen TNI Purn Agus Widjojo. (ANTARA/Muhammad Zulfikar)

Aspek yang terkandung dalam Pancasila terasa menjadi kaidah pemerintah dalam menghadapi keadaan darurat pandemi COVID-19.
Jakarta (ANTARA) - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Letjen TNI Purn Agus Widjojo mengatakan masyarakat Indonesia dapat mengatasi pandemi COVID-19 apabila mengejawantahkan atau mewujudkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

"Keadaan ini mengadung semua nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam Pancasila yaitu efektifitas pemerintahan yang berpadu dengan kepercayaan dan kepatuhan rakyat," kata dia saat konferensi video di Jakarta, Senin.

Hal itu merujuk kepada segala ketentuan yang diterbitkan pemerintah, kesadaran pada masyarakat untuk menghubungkan kepentingan perorangan dan kepentingan publik dengan menjauhi sikap mementingkan diri sendiri.

"Hal ini dapat dicontohkan pada putusan pemerintah untuk tetap di rumah dan tidak menghadiri kerumunan," katanya.

Baca juga: Presiden sebut Pancasila tetap jadi bintang penjuru saat bangsa diuji

Ia mengatakan para pendiri bangsa telah menyepakati Pancasila sebagai dasar falsafah dan ideologi bangsa. Hal itu hendaknya bisa dijadikan sebagai solusi dalam mengatasi sebuah masalah seperti pandemi COVID-19.

Menurut dia, tidak banyak negara di dunia ini yang memiliki landasan hidup seperti Indonesia. Oleh karena itu masyarakat perlu mewujudkan nilai-nilai pancasila dalam melawan virus tersebut.

"Kita cukup melihat perbandingan di negara lain betapa sulitnya mereka mengatasi persoalan karena tidak memiliki dasar falsafah hidup bangsa," ujarnya.

Sebagai contoh Amerika Serikat memiliki deklarasi kemerdekaan tetapi dokumen itu lebih berisi pada prinsip-prinsip yang diberikan kepada warganya dalam mewujudkan cita-cita kehidupan mereka.

Baca juga: Presiden Jokowi ingatkan Pancasila harus hadir nyata dalam kehidupan

Contoh lain yaitu Myanmar yang hingga kini belum menemukan kesepakatan tentang visi kehidupan masyarakat Myanmar di masa depan. Bahkan, dokumen yang ada tidak mengatur tentang hubungan antara kelompok mayoritas dan minoritas serta menjawab ciri keberagaman mereka.

Pancasila selain mengatur substansi nilai-nilai yang menyatukan kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara juga secara sadar mencari kesepakatan untuk menemukan kaidah yang merespon ciri masyarakat Indonesia berkarakteristik.

Aspek yang terkandung dalam Pancasila terasa menjadi kaidah pemerintah dalam menghadapi keadaan darurat pandemi COVID-19 saat ini.

Sebagaimana diketahui pandemi COVID-19 tidak hanya menyerang Indonesia tetapi berbagai negara di dunia termasuk negara, besar, industri maju maupun dengan sistem politik yang beragam. Keadaan saat ini menunjukkan bahwa suatu bangsa dituntut untuk menunjukkan nilai-nilai terbaik dari ideologi kebangsaan untuk menghadapi tantangan COVID-19.

Baca juga: Hari Lahir Pancasila, Puan ingatkan jargon Ho Lopis Kuntul Baris

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Gubernur Lemhannas ajak jaga jati diri bangsa

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar