Gagasan Bung Karno dinilai masih relevan di tengah pandemi COVID-19

Gagasan Bung Karno dinilai masih relevan di tengah pandemi COVID-19

Dokumentasi - Para siswa dan budayawan membawa foto Presiden Soekarno dan Lambang Garuda Pancasila saat prosesi kirab Bedhol Pusaka Pancasila di Kota Blitar, jawa Timur, Jumat (31/5/2019). ANTARA FOTO/Irfan Anshori/nz/am.

Surabaya (ANTARA) - Gagasan presiden pertama RI Soekarno (Bung Karno) berupa refleksi gotong royong sebagai intisari Pancasila dinilai masih relevan di tengah upaya melawan pandemi COVID-19.

"Gagasan Bung Karno itu dicetuskan pada tanggal 1 Juni 1945. Untuk kondisi seperti saat ini masih relevan sebagai upaya semangat gotong royong melawan COVID-19," kata Ketua Panitia Peringatan Juni Bulan Bung Karno DPC PDIP Kota Surabaya Hadrean Renanda di Surabaya, Senin.

Menurut dia, pada bulan Juni dikenal sebagai Bulan Bung Karno sehingga PDI Perjuangan Surabaya mengajak publik kembali mengkhidmati jasa dan pemikiran Presiden Soekarno yang merupakan Bapak Bangsa Indonesia.

"Tanpa gotong royong mustahil bisa melewati pandemi COVID-19 dengan baik," ujarnya.

Dijelaskan pula oleh Hadrean bahwa pada bulan Juni diperingati sebagai Bulan Bung Karno lantaran pada bulan ini penuh dengan peristiewa bersejarah yang berkaitan dengan Bung Karno.

Baca juga: PDIP Surabaya gelar lomba foto dan bagi buku di Bulan Bung Karno

Baca juga: Pakar sebut ruang siber ancaman eksistensi Pancasila

Baca juga: Bupati Anas bagi-bagikan buku tentang Soekarno di Hari Pancasila


Pada tanggal 1 Juni 1945, di depan sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), Bung Karno untuk kali pertama menyampaikan gagasan tentang lima sila dasar negara yang dinamakan Pancasila.

"Lewat pidato tanpa teks yang panjang, dari hasil menggali kearifan dan tradisi rakyat, Bung Karno menyampaikan tentang Pancasila di depan seluruh tokoh bangsa dari berbagai daerah di Tanah Air. Hari itulah, 1 Juni, yang kini kita ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila," kata Wakil Ketua Bidang Kaderisasi DPC PDIP Kota Surabaya ini.

Pada hari bersejarah lainnya adalah 6 Juni 1901, ketika Bung Karno lahir di Surabaya ketika fajar menyingsing. Tahun kelahiran juga menandai pergantian abad. Selanjutnya, pada tanggal 21 Juni 1970, Bung Karno wafat di Jakarta, kemudian dimakamkan di Kota Blitar.

"Sejak kecil, oleh sang Ibunda, Bung Karno sudah diyakini akan menjadi pemimpin besar bagi rakyatnya," kata Hadrean.

Untuk itu, lanjut dia, DPC PDIP Kota Surabaya menggelar serangkaian kegiatan berbasis virtual mulai dari lomba foto hingga bagi-bagi buku dalam rangka memperingati Juni Bulan Bung Karno.

Baca juga: Gelar upacara virtual, Mentan: Momen bangun pertanian di tengah corona

Pewarta: Abdul Hakim
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

KA Bandara kembali beroperasi pada era Normal Baru

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar