Warga Selandia Baru protes kematian George Floyd

Warga Selandia Baru protes kematian George Floyd

Para pengunjuk rasa berseru di depan kantor polisi pada hari keempat aksi protes setelah insiden tewasnya George Floyd saat ditahan polisi di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat, Jumat (29/5/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Nicholas Pfosi/hp/djo

Wellington (ANTARA) - Ribuan warga Selandia Baru, Senin, melakukan protes damai dan melantunkan kalimat "Black Lives Matter" dalam solidaritas untuk George Floyd, warga Amerika kulit hitam yang meninggal pekan lalu dalam aksi penahanan oleh polisi di Amerika Serikat.

Aksi unjuk rasa itu merupakan bagian dari sejumlah protes di seluruh dunia, dari London dan Berlin ke Australia dan Belanda, setelah satu video menunjukkan seorang perwira polisi berkulit putih Minneapolis menindihkan lututnya di leher Floyd selama hampir sembilan menit sebelum dia meninggal pada Senin pekan lalu (25/5).

Insiden itu memicu kemarahan di Amerika Serikat di tengah kampanye pemilihan presiden, yang terpolarisasi dan baru-baru ini diwarnai pelonggaran pembatasan sosial selama pandemi COVID-19, yang membuat jutaan orang kehilangan pekerjaan.

Para pengunjuk rasa di Kota Auckland, Selandia Baru, duduk di jalan setelah pawai damai dan mereka mengangkat kepalan tangan sebagai suatu tanda untuk persatuan, solidaritas dan Kekuatan Warga Kulit Hitam.

Sejumlah unggahan di media sosial menunjukkan demonstran di luar Konsulat Amerika di Auckland memegang poster yang bertuliskan "Justice For George Floyd" (Keadilan Untuk George Floyd) dan "Are We Next?" (Apakah Kami Sasaran Berikutnya?).

Di Ibu Kota Wellington, lebih dari 100 orang berjalan dari gedung parlemen Selandia Baru ke Kedutaan Besar Amerika Serikat, meneriakkan "Black Lives Matter" (kehidupan orang kulit hitam itu penting).

Acara menyalakan lilin juga sedang direncanakan di Wellington pada Senin malam.

Di seberang Laut Tasman di Australia, demonstrasi dijadwalkan pada Selasa malam (2/6).

Dalam satu surat elektronik kepada warga Amerika yang tinggal di Australia, konsulat AS mengatakan kantor-kantornya di kota Sydney akan tutup lebih awal pada Selasa.

"Polisi memperkirakan para pengunjuk rasa akan melawan," kata pernyataan dalam surat elektronik itu tanpa memberikan perincian lebih lanjut.

Sumber: Reuters

Baca juga: Aksi unjuk rasa berlanjut, jam malam di negara bagian AS diperpanjang

Baca juga: Truk tangki terobos kerumunan pengunjuk rasa kematian George Floyd

Baca juga: Polisi Minneapolis ditangkap, dituntut pembunuhan atas George Floyd


 

Unjuk rasa di Dataran Merdeka Kuala Lumpur

Penerjemah: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar