Mantan Miss Universe Malaysia dikecam akibat komentar kontroversial

Mantan Miss Universe Malaysia dikecam akibat komentar kontroversial

Miss Universe Malaysia 2017 Samantha Katie James (Instagram/samanthakayty)

Jakarta (ANTARA) - Organisasi Miss Universe Malaysia (MUMO) mengeluarkan pernyataan di Instagram bahwa mereka tidak ada sangkut pautnya dengan pernyataan mantan pemenang Miss Universe Malaysia, Samantha Katie James, Senin (1/6).

MUMO mengatakan pendapat James tidak berhubungan dengan organisasi tersebut, "MUMO sangat mengutuk semua tindakan rasisme dan prasangka di mana pun di dunia."

Pernyataan MUMO muncul setelah James dikecam di dunia maya atas komentarnya mengenai protes "Black Lives Matter" di AS, terkait kematian George Floyd yang lehernya ditindih lutut oleh seorang petugas kepolisian Minnesota, Amerika Serikat pada 25 Mei 2020.

Samantha Katie James yang memenangi Miss Universe Malaysia pada 2017 mengunggah pendapatnya di Instagram, Senin petang, seperti dikutip dari Malay Mail.

Baca juga: Playlist Spotify hening 8 menit 46 detik kenang George Floyd

Baca juga: Facebook dan Snapchat kecam ketidaksetaraan ras usai kematian Floyd


Dia menulis,"Saya tidak tinggal di Amerika, ini tak ada hubungannya dengan saya, tapi buat saya, sepertinya 'kulit putih' menang."

"Jika kalian marah, kalian merespons dengan kegeraman dan kesedihan itu artinya mereka punya kuasa atas dirimu," imbuh dia. "Manusia bodoh."

Dia kemudian menulis lagi di Stories, "Untuk orang-orang berkulit hitam, tenanglah, anggap itu sebagai tantangan, membuat kalian lebih kuat. Kalian memilih untuk lahir sebagai orang 'kulit berwarna' di Amerika untuk sebuah alasan.

"Untuk memahami pelajaran tertentu. Terima apa adanya, sampai sekarang kelaparan dan kemiskinan masih ada. Itulah yang terjadi. Tidak bisa dihindari. Yang terbaik yang bisa dilakukan adalah tetap tenang, jaga hati, jangan sampai hancur. Itu tanggung jawabmu."

Baca juga: Permintaan Adele kepada penggemar yang ikut aksi Floyd

Baca juga: Aplikasi iWatch Dallas "down" usai dibanjiri video K-pop

Baca juga: Facebook dan Snapchat kecam ketidaksetaraan ras usai kematian Floyd

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar