Positif COVID-19, Pangeran Belgia minta maaf hadiri pesta di Spanyol

Positif COVID-19, Pangeran Belgia minta maaf hadiri pesta di Spanyol

Pangeran Joachim dari Belgia (Olivier Hoslet/EPA/Shutterstock)

Jakarta (ANTARA) - Pangeran Joachim dari Belgia, yang telah didiagnosis terinfeksi virus corona atau COVID-19, secara terbuka meminta maaf karena sebelumnya telah menghadiri sebuah pesta "lockdown" di Spanyol.

"Saya ingin meminta maaf karena bepergian dan tidak menghormati imbauan karantina," kata keponakan Raja Philippe dari Belgia, Senin (1/6) waktu setempat melalui sebuah pernyataan yang dirilis melalui pengacaranya di Spanyol.

"Saya tidak bermaksud menyinggung atau tidak menghormati siapa pun di masa-masa yang sangat sulit ini, dan sangat menyesali tindakan saya dan menerima konsekuensinya," tambah Joachim yang merupakan urutan kesepuluh dalam daftar tahta Kerajaan Belgia itu.

Baca juga: Archie Harrison Mountbatten-Windsor rayakan ulang tahun pertama

Baca juga: Meghan Markle kenakan kalung "perlindungan"


Seorang pejabat di istana Belgia yang dikutip oleh surat kabar Spanyol El Pais mengatakan, pihak Kerajaan Belgia melakukan perjalanan ke Spanyol pada 26 Mei karena "alasan profesional."

Kendati demikian, Joachim kemudian lanjut menghadiri pesta di kota Córdoba Selatan. Dua hari kemudian pada 28 Mei dia mulai menunjukkan gejala virus. Sejak itu ia telah didiagnosis terinfeksi COVID-19.

Sebelum perjalanannya, Joachim telah mengikuti semua tindakan karantina COVID-19 yang diperintahkan oleh pemerintah Belgia dan menyendiri dengan orang tua Putri Astrid dan Pangeran Lorenz di Kastil Laeken di Brussels, kata pejabat istana itu kepada El Pais.

Sebuah dokumen pemerintah Andalusia yang diperoleh oleh surat kabar Spanyol El Confidencial menyatakan bahwa 27 orang hadir di pesta tersebut - jauh melebihi batas 15 orang yang diizinkan berdasarkan aturan lockdown di wilayah itu.

Pemerintah Spanyol saat ini melakukan penyelidikan terhadap pesta tersebut, sementara 27 pengunjung pesta telah diperintahkan untuk melakukan karantina.

Pemerintah Spanyol memberikan denda sebesar 11,000 dolar (sekira Rp159 juta) kepada setiap orang yang telah melanggar aturan lockdown di negara itu. Aturan ini juga berlaku untuk Joachim, yang saat ini tengah menjalin hubungan dekat dengan sosialita Spanyol Victoria Ortiz.


Baca juga: Pangeran Harry-Meghan Markle sewa tim keamanan pribadi Tyler Perry

Baca juga: Pangeran Harry dan Meghan Markle pindah ke rumah mewah Tyler Perry

Baca juga: Kate Middleton kesulitan hadapi Pangeran George saat belajar di rumah

Penerjemah: Maria Rosari Dwi Putri
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kemenkes pangkas proses verifikasi tenaga kesehatan demi penyerapan anggaran COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar