Tren gaya hidup positif pada fase normal baru

Tren gaya hidup positif pada fase normal baru

Ilustrasi makanan sehat (Pixabay)

Jakarta (ANTARA) - Pandemi COVID-19 membuat masyarakat semakin sadar untuk menerapkan gaya hidup sehat, kata Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia Prof. Dr Hardinsyah MS.

Permintaan alat sanitasi yang meningkat dibarengi dengan pemahaman masyarakat untuk menjaga kebersihan, seperti memakai masker dan rutin mencuci tangan. Masyarakat pun semakin memahami apa saja yang sebaiknya disantap dan diminum demi melindungi diri dari virus.

Kesadaran masyarakat untuk menyantap makanan dan minuman bergizi untuk menjaga kesehatan di tengah wabah virus corona juga akan berlanjut pada fase normal baru, termasuk susu.

"Susu, sayur, buah, snack sehat, minuman sehat akan semakin diminati," kata Hardinsyah dalam bincang-bincang daring World Milk Day dan Hari Susu Nusantara 2020, Selasa.

Hardinsyah menjelaskan berbagai kandungan susu yang bermanfaat bagi tubuh, seperti kalsium dan berbagai vitamin untuk mata, kulit saraf otak, hingga daya ingat. Selain berguna untuk tumbuh kembang anak, susu juga sebaiknya diminum oleh remaja hingga dewasa untuk menjaga kesehatan.

Ibu hamil harus minum susu untuk mencegah bayi stunting, anak yang telah menyantap makanan pendamping ASI boleh minum susu agar tumbuh lebih tinggi, sementara anak usia hingga 12 tahun bisa mendapatkan lebih banyak vitamin dengan rutin mengonsumsi minuman ini.

Menurut Hardinsyah, setiap orang punya kondisi tubuh yang berbeda sehingga perlu untuk memilih susu sesuai kebutuhan.

"Misalnya untuk susu ibu hamil diracik lagi komposisi zat gizinya dengan menambahkan kandungan zat besi, vitamin dan asam folat."

Dia mengingatkan untuk menyantap variasi lauk pauk yang punya kandungan berbeda-beda agar bisa saling melengkapi nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

Baca juga: Kulit sehat berkilau dengan masker wajah dari susu bubuk

Baca juga: Susu kecoa menjadi "superfood" yang menjanjikan

Baca juga: Bedanya intolerasi dan alergi makanan

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Dua menu hemat buka puasa

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar