Indonesia dorong kerja sama bidang kesehatan dengan Jerman

Indonesia dorong kerja sama bidang kesehatan dengan Jerman

Duta Besar RI untuk Jerman Arief Havas Oegroseno menggunakan hak pilihnya di TPSLN Berlin, Jerman pada Sabtu (13/4/2019). ANTARA /HO-KBRI Berlin

Kita punya kapasitas. Kita ingin membangun kerja sama dengan industri Jerman dan juga industri farmasi global (dalam sektor ini)
Jakarta (ANTARA) - Indonesia mendorong kerja sama di bidang kesehatan dengan Jerman mengingat kedua negara bisa saling mendapat keuntungan dalam kerja sama tersebut dalam menghadapi pandemi COVID-19.

Duta Besar Indonesia untuk Jerman Arief Havas Oegroseno dalam diskusi daring bertajuk "Hack The Crisis: Solutions For The New Now" yang dipantau di Jakarta, Selasa, mengatakan Indonesia memiliki BUMN farmasi seperti Bio Farma yang telah memproduksi vaksin dunia. Sementara Jerman juga bisa memproduksi banyak ventilator.

"Kita punya kapasitas. Kita ingin membangun kerja sama dengan industri Jerman dan juga industri farmasi global (dalam sektor ini)," katanya.

Havas menuturkan kerja sama di bidang kesehatan akan menjadi hal baru dalam hubungan Indonesia dan Jerman. Meski telah ada investasi Bayer, salah satu perusahaan kimia dan farmasi Jerman, di Indonesia di masa lalu, diversifikasi jenis investasi juga penting dilakukan.

"Kita ada banyak kerja sama, tapi tidak ada yang tampak, seperti otomotif atau pesawat terbang. Padahal industri pesawat terbang juga dikembangkan Pak Habibie yang juga datang dari Jerman," katanya.

Oleh karena itu, peluang kerja sama di bidang kesehatan, terutama karena pandemi, bisa menjadi hal baru yang patut dilirik di masa mendatang.

Havas menambahkan, Indonesia juga mendorong diversifikasi investasi negara-negara Eropa termasuk Jerman ke negara lain dan tidak hanya mengandalkan satu negara utama.

Selain penting untuk menjaga relasi ekonomi strategis di masa depan, diversifikasi investasi ke negara lain juga dibutuhkan jika ada kondisi tertentu.

"Saya berharap diversifikasi investasi dari Asia Timur juga akan bergerak ke Asia Tenggara termasuk Indonesia," katanya.

Baca juga: BKPM-Kementerian Luar Negeri perkuat kerja sama genjot investasi

Baca juga: Pengusaha Belanda siap tanamkan investasi di Surabaya

Baca juga: Bertemu pengusaha di Vietnam, Menlu Retno dorong investasi dua arah

Baca juga: RI-Belanda genjot kerja sama perdagangan, investasi dan pariwisata

 

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar