Warga Beijing belum punya kendaraan jadi prioritas undian nopol

Warga Beijing belum punya kendaraan jadi prioritas undian nopol

Dok - Kemacetan arus lalu lintas di Kota Guangzhou, Provinsi Guangdong, China. (ANTARA/M. Irfan Ilmie)

Peluang saya memang benar-benar tipis, tapi saya sangat membutuhkan mobil karena saya punya anak berusia empat tahun. Saya ingin punya mobil agar bisa mengantarkan anak ke TK setiap hari dan mengantar ibu ke rumah sakit untuk periksa kesehatan setiap
Jakarta (ANTARA) - Warga Beijing yang belum memiliki kendaraan bermotor akan diprioritaskan mendapatkan nomor polisi agar kebijakan yang selama ini dilakukan melalui undian lebih rasional dan adil.

Selama ini Ibu Kota China tersebut mengeluarkan satu pelat nomor kendaraan bermotor melalui undian yang diikuti ribuan pemohon.

Pemerintah Kota Beijing, Senin (1/6), mengumumkan rencana mengeluarkan 20.000 pelat nomor kendaraan berpenggerak energi terbarukan (NEV) pada Agustus dengan prioritas utama pada keluarga yang belum memiliki kendaraan bermotor.

Selain itu, mulai tahun depan keluarga yang belum memiliki kendaraan bermotor juga bisa mengikuti undian untuk bersaing dengan pemohon individu.

Pemohon dari kalangan keluarga akan mendapatkan kesempatan lebih daripada pemohon perorangan.

Baca juga: Antrean pelat nomor kendaraan Beijing mencapai delapan tahun
Baca juga: Satlantas Cianjur amankan dua kendaraan bernopol Thailand


Meskipun demikian masih banyak surat keberatan yang diajukan oleh pemohon keluarga.

Semua anggota keluarga, masing-masing seharusnya boleh mengikuti undian dan kalau salah satunya dapat, maka keluarga tersebut tidak boleh ikut undian lagi dalam jangka waktu 10 tahun ke depan, demikian salah satu surat protes.

Meskipun memupuskan harapkan pasangan suami-istri untuk mendapatkan dua pelat nomor, kebijakan baru Pemkot Beijing telah meraih respons positif dari masyarakat.

"Peluang saya memang benar-benar tipis, tapi saya sangat membutuhkan mobil karena saya punya anak berusia empat tahun. Saya ingin punya mobil agar bisa mengantarkan anak ke TK setiap hari dan mengantar ibu ke rumah sakit untuk periksa kesehatan setiap saat. Sangat tidak nyaman ketika harus menunggu bus dalam keadaan hujan atau cuaca buruk," kata Li Wen, ibu rumah tangga yang sudah lima tahun ikut undian namun selalu gagal sebagaimana dikutip China Daily.

Pada April lalu peserta undian pelat nomor di Beijing mencatat rekor terendah.

Pemkot Beijing telah mengeluarkan 6.366 pelat nomor selama bulan April yang berarti satu nomor diambil dari setiap 2.898 peserta undian.

Otoritas setempat mengeluarkan kebijakan undian sejak 2011 untuk mengatasi kemacetan lalu lintas dan menekan polusi udara selain juga membuat aturan berbasis nomor akhir pelat seperti sistem ganjil-genap di Jakarta.

Di China, warga tidak bisa membeli kendaraan bermotor sebelum mendapatkan pelat nomor yang dikeluarkan setiap pemerintah daerah.

Sistem undian hanya berlaku bagi kendaraan berbahan bakar minyak, sedangkan NEV berdasarkan antrean atau siapa cepat, dia dapat.

Pada tahun ini Pemkot Beijing mengeluarkan 40.000 pelat baru untuk kendaraan BBM, dan 60.000 untuk NEV.

Rong Jun dari otoritas yang berwenang memberikan lisensi kendaraan bermotor Kota Beijing, mengakui bahwa kebijakan undian tersebut jauh dari sempurna, tapi akan disesuaikan dengan situasi di lapangan.

Saat jumlah pemohon terus meningkat beberapa keluarga tidak bisa memiliki kendaraan selama beberapa tahun, sebaliknya ada juga keluarga yang memiliki beberapa kendaraan dengan cara ilegal melalui sewa pelat nomor.

Informasi yang didapat ANTARA untuk mendapatkan pelat nomor secara ilegal seseorang harus mengeluarkan uang antara 60.000 hingga 200.000 yuan (Rp120 juta-Rp400 juta) tergantung kota. Semakin ramai sebuah kota, maka semakin mahal pula harga pelat nomor. 

Baca juga: Beijing ganti 20.000 taksi lama dengan mobil listrik
Baca juga: Mengenal plat nomor kendaraan di Jepang


 

Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar