Jakarta (ANTARA News) - Tim bulutangkis Indonesia untuk SEA Games 2009 yang akan berlangsung di Laos, 9-18 Desember 2009, terdiri atas pemain-pemain senior untuk memenuhi target menyapu bersih medali emas.

Menurut Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB PBSI Lius Pongoh yang ditemui di Pelatnas Cipayung, Jakarta, Rabu, keputusan memilih pemain-pemain senior dilakukan karena khawatir tidak mampu menyumbang medali dalam pesta olahraga se-Asia Tenggara dua tahunan tersebut.

Tim yang total terdiri atas 18 pemain, masing-masing sembilan putra dan putri itu di dalamnya terdapat peraih medali Olimpiade Beijing, Markis Kido/Hendra Setiawan (emas), Nova Widianto/Liliyana Natsir (perak) dan Maria Kristin (perunggu).

"Sekarang statusnya masih Pelatnas SEA Games karena `entry by name` (pendaftaran nama) masih Oktober nanti," jelas Lius.

Semula PBSI tidak memasukkan nama-nama pemain utama seperti Sony Dwi Kuncoro, Maria, Kido/Hendra dan Nova/Liliyana ke dalam usulan tim pelatnas SEA Games untuk memberi tanggung jawab dan kesempatan bagi pemain pelapis.

Namun karena targetnya memenangi seluruh ketujuh medali emas yang diperebutkan, akhirnya nama mereka dimasukkan ke dalam tim.

Pada SEA Games 2007 di Thailand, tim bulutangkis Indonesia yang juga sebagian besar terdiri atas pemain senior berhasil memenangi ketujuh medali emas masing-masing lima perorangan dan dua beregu.

Medali emas perorangan disumbangkan oleh Taufik Hidayat, Maria Kristin, Markis Kido/Hendra Setiawan, Vita Marissa/Liliyana Natsir dan Vita Marissa/Flandy Limpele. Sedang dua medali emas lainnya diperoleh dari nomor beregu putra dan putri.

Berikut ini nama-nama tim pelatnas SEA Games 2009 bulutangkis Indonesia:

Putra: Sony Dwi Kuncoro, Simon Santoso, Tommy Sugiarto, Markis Kido, Hendra Setiawan, Bona Septano, Mohammad Ahsan, Nova Widianto dan Devin Lahardi.

Putri: Maria Kristin, Adriyanti Firdasari, Aprilia Yuswandari atau Linda Weni Fanetri, Greysia Polii, Nitya Krishinda, Shendy Puspa Irawati, Meiliana Jauhari, Liliyana Natsir dan Lita Nurlita.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009