Selandia Baru tolak permintaan buka penerbangan ke Australia pada Juli

Selandia Baru tolak permintaan buka penerbangan ke Australia pada Juli

Ilustrasi - Sejumlah pesawat Garuda Indonesia Boing 777-300 terparkir di hanggar seusai perawatan dan perubahan konfigurasi kursi penumpang pesawat yang akan menjadi salah satu angkutan haji 2017 di Hanggar perawatan Garuda Maintenance Facility (GMF) Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/foc/pri.

Saya tidak menentang (penerbangan ke) Canberra, tetapi saya menginginkan pergerakan populasi massal berdasarkan permintaan daripada (hanya berdasarkan) ibu kota,
Wellington (ANTARA) - Pemerintah Selandia Baru pada Kamis menolak permintaan para pemimpin bisnis untuk memulai kembali penerbangan ke Australia dalam waktu satu bulan yang dinilai sebagai jangka waktu yang terlalu singkat.

Suatu kelompok lobi bisnis Australia dan Selandia Baru menyatakan bermaksud untuk mengajukan proposal kepada pemerintah pada pekan ini untuk memulai membuka perjalanan antara ibu kota kedua negara dengan penerbangan uji segera pada 1 Juli.

Menteri Luar Negeri Selandia Baru Winston Peters mengatakan tidak ada rencana yang telah disepakati karena kedua negara masih terus membahas cetak biru untuk membuka kembali jalur penerbangan antarkedua negara. Peters menambahkan bahwa tanggal itu (1 Juli) "terlalu dini."

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern pada awal Juni mengatakan bahwa September adalah waktu yang lebih realistis untuk dimulainya kembali penerbangan.

"Ini akan lebih bergantung pada Australia daripada kami karena mereka telah memiliki sistem federal dan mereka masih belum membuka penerbangan antarnegara bagian (Australia)," kata Peters kepada wartawan.

Baca juga: Singapura izinkan pelancong transit di Bandara Changi mulai 2 Juni
Baca juga: Lufthansa akan kembali layani penerbangan ke 20 destinasi pada Juni


Menlu Selandia Baru itu menambahkan bahwa pembukaan kembali penerbangan pertama kedua negara tidak mungkin untuk rute Wellington-Canberra, mengingat ada banyak kota lain yang lebih berpenduduk di kedua negara.

"Saya tidak menentang (penerbangan ke) Canberra, tetapi saya menginginkan pergerakan populasi massal berdasarkan permintaan daripada (hanya berdasarkan) ibu kota," katanya.

Berkurangnya jumlah kasus virus corona aktif dan baru di kedua negara telah membuka jalan bagi usulan pelonggaran pembatasan perjalanan.

Selandia Baru pada Kamis melaporkan tidak ada kasus baru COVID-19 selama 13 hari berturut-turut, dan hanya memiliki satu kasus aktif.

Australia telah melaporkan setiap hari angka tunggal dan angka dua digit yang rendah untuk kasus baru COVID-19 dalam beberapa pekan terakhir. Australia memiliki 490 kasus aktif, dengan hanya 25 orang dirawat di rumah sakit.

Sumber: Reuters

Baca juga: Selandia Baru bisa kembali ke kehidupan normal pekan depan
Baca juga: Rekomendasi kesehatan untuk maskapai penerbangan dari lembaga PBB

Penerjemah: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar