Pelindo IV siapkan skenario hadapi Normal Baru

Pelindo IV siapkan skenario hadapi Normal Baru

Suasana aktifitas di Pelabuhan Makassar yang menjadi salah satu pelabuhan kelolaan PT Pelido IV, Kamis (4/6/2020). ANTARA Foto/Suriani Mappong

Makassar (ANTARA) - Pelindo IV siapkan skenario hadapi Normal Baru (new normal) setelah hampir tiga bulan lamanya turut mencegah penyebaran virus corona jenis baru (COVID-19) di wilayah kerja BUMN itu yang meliputi Sulawesi, Maluku, Papua dan sebagian Kalimantan.

"Setelah sekitar 3 bulan wabah COVID-19 melanda hampir seluruh wilayah di Indonesia termasuk di Sulawesi Selatan dan di Kota Makassar. Kini semua masyarakat diminta untuk menjalani kehidupan seperti biasa dengan tetap menjalankan protokol kesehatan pada saat normal baru," kata Direktur SDM Pelindo IV, M Asyhari di Makassar, Kamis.

Dia mengatakan, setelah berbulan-bulan menjalani kehidupan yang tidak biasa itu, pemerintah mulai mengimbau kepada masyarakat untuk bersahabat dengan Virus Corona dan menjalani kehidupan dengan tatanan normal baru. Apalagi, beberapa kota di Indonesia termasuk Makassar sudah menjalani Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Berkaitan hal tersebut, lanjut dia, pasca Idul Fitri 1441 Hijriah/2020, terlihat cukup banyak aktivitas sosial, bisnis dan perkantoran yang mulai menyesuaikan dengan imbauan pemerintah tersebut, termasuk PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero).

"Menindaklanjuti imbauan pemerintah itu, kami sudah menyiapkan skenario untuk pelaksanaan Normal Baru di lingkungan perseroan," katanya.

Menurut dia, skenario Normal Baru akan diberlakukan secara bertahap dan dilaksanakan secara efektif, serta berlaku menyeluruh di lingkungan PT Pelindo IV pada pertengahan Juli 2020, namun pemberlakuannya tetap berkoordinasi dengan Tim Satgas COVID-19 dan disesuaikan dengan kebijakan pemerintah daerah di masing-masing cabang.

Untuk optimalisasi dan efektivitasnya, lanjutnya, maka manajemen perlu untuk melakukan beberapa langkah persiapan diantaranya melaksanakan protokol penerapan proses bisnis untuk pelayanan jasa kepelabuhanan yakni pelayanan kapal, barang, petikemas dan penumpang.

Dia menjelaskan, saat ini pihaknya sudah melakukan perubahan pola kerja yang dimulai dengan Tahap 1 yaitu pada 25 hingga 30 Mei 2020. Dimana pada Tahap 1 ini, program Work From Home (WFH) hanya diberlakukan kepada pegawai yang berusia 46 tahun atau lebih.

“Dan program Work From Office (WFO) berlaku bagi pegawai yang berusia 45 tahun kebawah, kecuali yang oleh karena alasan tertentu tidak memungkinkan.”

Kemudian di Tahap 2 yang berlaku pada 1 hingga 5 Juni 2020, program WFH hanya untuk pegawai yang berusia 46 tahun atau lebih dengan komposisi 50 persen WFH dan 50 persen WFO. Serta program WFO berlaku bagi pegawai yang berusia 45 tahun kebawah.

Tahap 3 yang akan diberlakukan pada 8 sampai dengan 26 Juni 2020, program WFH hanya untuk pegawai yang berusia 46 tahun atau lebih dengan komposisi 40 persen WFH dan 60 persen WFO.

“Di Tahap 4 nanti yang akan diberlakukan pada 29 Juni sampai dengan 10 Juli 2020, program WFH hanya untuk pegawai yang berusia 46 tahun atau lebih dan dengan perubahan komposisi yakni 20 persen WFH dan 80 persen WFO,” urai Asyhari.

Sementara itu di Tahap 5 yang akan berlaku pada 13 Juli 2020 dan seterusnya, program WFH tidak diberlakukan lagi. “Seluruh pegawai sudah bekerja normal seperti biasa, kecuali ada pertimbangan tertentu terkait kondisi kesehatan, masa penyembuhan atau pegawai yang sedang dalam kondisi hamil.


Baca juga: Pelindo IV normalkan waktu operasional, kembali 24 jam

Baca juga: Pelindo IV optimalkan layanan logistik di tengah pandemi COVID-19

Baca juga: PT Pelindo IV (Persero) tidak akan kurangi pegawai saat pandemi

Pewarta: Suriani Mappong
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pengoperasian MNP tahap IA naikkan trafik kapal dan peti kemas

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar