KONI Pusat sambut positif keanggotaan KOBI amatir

KONI Pusat sambut positif keanggotaan KOBI amatir

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat saat menyambut kedatangan rombongan Komite Olahraga Beladiri Indonesia (KOBI) amatir di Jakarta, Rabu. (dokumentasi KONI Pusat)

Cabang olahraga bela diri campuran yang diwadahi KOBI saat ini berkembang pesat
Jakarta (ANTARA) - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat menyambut baik keinginan Komite Olahraga Beladiri Indonesia (KOBI) amatir yang akan menjadi anggota organisasi itu.

"Cabang olahraga bela diri campuran yang diwadahi KOBI saat ini berkembang pesat. Kita harus punya atlet hebat dengan rekam jejak yang benar, yakni berawal dari atlet amatir. KONI Pusat menyambut dengan tangan terbuka keinginan KOBI amatir untuk jadi anggota," kata Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis.

Dalam kegiatan penyambutan pengurus KOBI di Jakarta, Rabu malam, Marciano di dampingi beberapa pengurus KONI Pusat lainnya seperti Sekjen Ade Lukman, Wakil Sekjen Bidang Usaha Herman Ago, Wakil Sekjen Bidang Olahraga Beladiri Sadiq Algardi, serta Wakil Ketua Bidang Humas Tirto.

Sementara itu kedatangan KOBI dipimpin Ketua Umum KOBI Ardiansyah Bakrie, Waketum Bidang Organisasi Taufan E.Nugroho, Waketum Bidang Media & PR Reva Deddy Utama, Waketum Bidang Internasional David Burke, Sekjen Fransino Tirta, dan Hari Rahardjo selaku bendahara umum.

Pada kesempatan itu Ardi memperkenalkan lebih dalam sejarah sampai berkembangnya KOBI di Indonesia.

Baca juga: KOBI siapkan regulasi khusus pertarungan "Mixed Martial Arts"

KOBI didirikan tahun 2015 yang kemudian menjadi anggota BOPI atau Badan Olahraga Profesional Indonesia sejak 2016. Saat ini KOBI memiliki sekitar 800 petarung dari 70 klub yang tersebar di 27 provinsi, dan memiliki tujuh petarung putra dan satu putri yang sudah menyandang gelar juara nasional.

Ardi juga melaporkan, mulai tahun 2019 KOBI telah menjadi anggota International Mix Martial Art Federation (IMMAF) dan World Mixed Martial Arts Association (WMMAA), dua federasi yang membawahi MMA amatir.

"Kami mengirim lima petarung, saat IMMAF-WMMAA menggelar kejuaraan dunia di Bahrain tahun lalu," kata Ardi.
 
Komite Olahraga Beladiri Indonesia (KOBI) mengirim lima atlet MMA ke kejuaraan dunia MMA amatir dunia 2019 di Manama, Bahrain, pada 11-16 November. (Antaranews/Roy Rosa Bachtiar)

Baca juga: KOBI ingin keikutsertaan kejuaraan dunia jadi agenda tahunan

Dalam tiga tahun terakhir, KOBI juga tidak pernah putus menjalankan kejuaraan, sekurangnya sudah dipentaskan 36 event fight night, menghasilkan 145 episode program tv yang ditayangkan di salah satu saluran tv swasta.

Marciano pun memuji peran KOBI yang membantu perkembangan MMA di dalam negeri.

"Dengan kemajuan Mixed Martial ke depan, tidak tertutup kemungkinan MMA Indonesia bisa menjadi cabang olimpiade. Karena begitu pesatnya kemajuan MMA di dunia dan di Indonesia. Saya gembira mendengar sudah ada 70 camp di Indonesia ini dan bisa juga mencetak kader-kader baru," ujar Marciano.

Baca juga: KONI Pusat bantu kembalikan atlet ke pelatnas saat normal baru

Baca juga: KONI minta pelatih buat program latihan baru

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Aceh siap jadi tuan rumah PON 2024

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar