Satu positif COVID-19 di Bengkulu dimakamkan tanpa protokol kesehatan

Satu positif COVID-19 di Bengkulu dimakamkan tanpa protokol kesehatan

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni saat menyampaikan keterangan terkait perkembangan kasus COVID-19 di daerah itu. ANTARA/Carminanda

Bengkulu (ANTARA) - Satu kasus konfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Bengkulu Tengah meninggal dunia namun dimakamkan tanpa menggunakan protokol kesehatan penanganan COVID-19 sehingga semua yang kontak dalam pengurusan jenazah harus di tes cepat dan uji PCR.

"Kami telah berkoordinasi dengan Dinkes Kabupaten Bengkulu Tengah untuk melakukan tracking terhadap kontak erat baik keluarga dan orang yang ikut dalam proses pemakaman, termasuk juga warga Kota Bengkulu yang pernah kontak dengan yang bersangkutan," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni di Bengkulu, Kamis.

Ia mengatakan, almarhum merupakan laki-laki berusia 54 tahun, warga Kota Bengkulu meninggal 26 Mei lalu di Desa Bajak 2 Kabupaten Bengkulu Tengah. Saat meninggal, almarhum berstatus sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) COVID-19 dan hanya menjalani karantina di kediamannya.

Sebelum meninggal, almarhum sempat diambil spesimen swab untuk diuji di laboratorium, namun hasilnya baru keluar setelah ia meninggal selama empat hari dan hasilnya terkonfirmasi positif COVID-19.

Mengingat sebelum meninggal almarhum tidak diketahui positif COVID-19, maka pihak keluarga memakamkannya dengan cara seperti biasa.

Baca juga: Bertambah tiga, total sembuh COVID-19 di Bengkulu jadi 23 orang
Baca juga: Kasus positif COVID-19 di Bengkulu bertambah lima orang


Ia mengatakan, ada sekitar 80 orang yang menghadiri proses pemakaman kasus konfirmasi positif COVID-19 itu.

Ia menambahkan, tim gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 Provinsi Bengkulu akan melakukan tracking terhadap siapa-siapa saja yang pernah kontak dengan almarhum.

Termasuk, kata dia, akan menelusuri siapa-siapa saja yang ikut terlibat dalam proses pemulasaran jenazah, hingga orang-orang yang terlibat dalam proses pemakaman.

Nantinya, hasil mereka yang memiliki riwayat kontak erat dengan almarhum diminta untuk melakukan isolasi mandiri dan akan dilalukan pemeriksaan rapid test dan uji PCR.

Baca juga: 2 kali "swab' negatif Kabid Humas Polda Bengkulu sembuh dari COVID-19
Baca juga: Eks Kapolda Bengkulu Irjen Supratman sembuh dari COVID-19
Baca juga: Gugus Tugas: Tujuh orang tenaga medis di Bengkulu positif COVID-19


 

Pewarta: Carminanda
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Bengkulu dan Riau dukung Sumbar berlakukan pembatasan selektif

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar