Indef: Program PEN dukung BUMN sebagai motor penggerakan ekonomi

Indef: Program PEN dukung BUMN sebagai motor penggerakan ekonomi

Kemenko Perekonomian RI Airlangga Hartaro pimpin rapat koordinasi Pemulihan Ekonomi Nasional Rabu (27/5/2020). ANTARA/Kemenko Perekonomian RI/pri. (ANTARA/Kemenko Perekonomian RI)

Jakarta (ANTARA) - Lembaga kajian ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai bahwa program pemulihan ekonomi nasional (PEN) dapat mendukung Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mengambil peran dalam menggerakkan perekonomian nasional.

"Program itu dapat membuat BUMN mampu mengambil peran dan menjadi motor dalam menggerakan perekonomian nasional di tengah tekanan krisis akibat COVID-19," ujar Peneliti Indef Ahmad Heri Firdaus di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, langkah pemerintah menggelontorkan dana ke BUMN melalui program PEN merupakan salah satu solusi di tengah kondisi yang kini krisis akibat tekanan wabah COVID-19.

Pemerintah, sedianya menggelontorkan dana sebesar Rp52,57 triliun bagi 12 BUMN untuk mempercepat program PEN dari tekanan wabah COVID-19.

Baca juga: Kemenkeu bentuk satgas pantau realisasi PEN

Dukungan dana itu akan diberikan melalui berbagai skema seperti pembayaran subsidi, penyaluran bantuan sosial, hingga penyertaan modal negara (PMN).

Kendati demikian, Ahmad Heri mengingatkan BUMN lainnya juga mesti bertanggung jawab untuk menggerakkan ekonomi nasional agar tetap tumbuh.

"Masing-masing sektor bertanggung jawab berperan sebagai agen pembangunan, motornya ada di BUMN untuk menggerakkan semuanya," ucapnya.

BUMN, lanjut dia, harus berada di garis depan untuk mendorong pencapaian target pertumbuhan ekonomi dengan berbagai tindakan konkret.

Maka itu, ia menyarankan, agar BUMN meningkatkan sinergi dengan sektor swasta baik skala besar, mencegah, maupun kecil seperti UMKM.

Baca juga: Pemerintah siapkan strategi dukung BUMN atasi dampak COVID-19

"BUMN saja tidak cukup harus libatkan peran swasta, termasuk UMKM," ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati usai rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo dari Istana Merdeka, Jakarta, mengatakan pemilihan 12 BUMN ini dianggap memiliki pengaruh yang besar terhadap hajat hidup masyarakat.

12 BUMN itu, yakni PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), PT Hutama Karya, PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI), PT Perkebunan Nusantara (PTPN), PT Permodalan Nasional Madani.

Selain itu, PT Garuda Indonesia, PT Krakatau Steel, PT Perumnas, PT Pertamina, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Coporation (ITDC), dan Perum Bulog.

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Keterlambatan klaim jadi kendala pencairan anggaran kesehatan COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar