Kematian akibat corona naik, kepercayaan pada otoritas Swedia turun

Kematian akibat corona naik, kepercayaan  pada otoritas Swedia turun

Sejumlah siswa berlari meluapkan kegembiraan mereka saat merayakan kelulusan sekolah menengah di Nacka Gymnasium dalam situasi menyebarnya penyakit virus corona (COVID-19) di Stockholm, Swedia, 3 Juni 2020. ANTARA/REUTERS/TT News Agency/Jessica Gow/aa.

Mengingat fakta bahwa angka kematian Swedia menonjol dalam perbandingan internasional, sangat mengejutkan bahwa tingkat kepercayaan di Swedia tetap begitu tinggi,
Stockholm (ANTARA) - Kepercayaan masyarakat Swedia pada kemampuan pemerintah dan lembaga kesehatan untuk menangani wabah virus corona baru menurun di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang tingkat kematian yang tinggi, demikian hasil jajak pendapat yang diterbitkan pada Kamis.

Keputusan pemerintah Swedia untuk tidak menerapkan penguncian seperti di banyak negara lainnya di Eropa didukung secara luas oleh masyarakat, tetapi kritik terus berkembang dalam beberapa pekan terakhir karena tingginya angka kematian akibat COVID-19 di negara itu -- bila dibandingkan dengan negara Nordik lainnya, terutama di kalangan orang tua.

Jumlah persentase warga yang memiliki kepercayaan tinggi atau cukup tinggi pada kemampuan pemerintah untuk menangani wabah COVID-19 turun menjadi 45 persen pada Juni, dibandingkan dengan 63 persen pada April, menurut hasil survei perusahaan riset Novus untuk televisi layanan publik SVT.

Baca juga: Volvo buka kembali pabriknya di Swedia pekan depan
Baca juga: Putri Sofia jadi relawan medis COVID-19 di rumah sakit di Swedia


Sementara tingkat kepercayaan untuk Badan Kesehatan Masyarakat Swedia, yang telah memimpin kampanye untuk menjaga jarak sosial dan langkah-langkah kebersihan, juga turun menjadi 65 persen dari 73 persen, berdasarkan survei itu.

Dalam survei terpisah oleh perusahaan riset Demoskop yang diterbitkan oleh harian Aftonbladet, jumlah warga yang memiliki keyakinan tinggi atau cukup tinggi pada langkah otoritas publik terkait pandemi turun menjadi 55 persen dari angka 65 persen pada April.

"Mengingat fakta bahwa angka kematian Swedia menonjol dalam perbandingan internasional, sangat mengejutkan bahwa tingkat kepercayaan di Swedia tetap begitu tinggi," kata Peter Santesson, seorang analis di Demoskop.

"Itu menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi pada otoritas publik yang ada di Swedia," ujar Santesson.

Sementara sebagian besar negara Eropa melakukan penguncian pada masa awal wabah, Swedia lebih mengandalkan langkah-langkah jaga jarak sosial secara sukarela yang lebih lambat dalam mencegah penyebaran COVID-19, dengan tujuan meringankan beban ekonomi.

Namun, jumlah kematian akibat COVID-19 mencapai lebih dari 4.500 orang di Swedia -- angka yang jauh lebih tinggi daripada gabungan jumlah kematian di Norwegia, Denmark dan Finlandia.

Suatu publikasi online ilmiah Ourworldindata.org. menempatkan angka kematian COVID-19 Swedia di 443 kematian per satu juta orang, dan mengatakan angka itu adalah yang tertinggi di Eropa untuk sebagian waktu pada bulan Mei. Denmark memiliki sekitar 100 kematian per satu juta orang, sementara Norwegia 44 kematian dan Finlandia 58.

Pada Rabu (3/6), Kepala Epidemiolog Anders Tegnell di Badan Kesehatan Masyarakat membela strategi pemerintah Swedia secara keseluruhan, tetapi mengatakan bahwa pemerintah memang perlu bekerja lebih baik lagi untuk memerangi virus corona baru.

Sumber: Reuters

Baca juga: Kota di Swedia gunakan kotoran ayam untuk hentikan penyebaran corona
Baca juga: Ekonomi Swedia susut 4 persen akibat pandemi COVID-19

Penerjemah: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Tantangan Dubes RI jalankan misi diplomasi di masa pandemi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar