UIN Malang bantah gangguan tayangan Wapres akibat kesalahan teknis

UIN Malang bantah gangguan tayangan Wapres akibat kesalahan teknis

Wakil Presiden Ma'ruf Amin. (ANTARA/HO-Asdep Komunikasi dan Informasi Publik (KIP) Setwapres)

Bukan (kesalahan teknis dari UIN)
Jakarta (ANTARA) - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang, Abd. Haris membantah gangguan yang terjadi pada tayangan video Wakil Presiden Ma'ruf Amin, saat menjadi pembicara Webinar Nasional, disebabkan oleh kesalahan teknis dari UIN Malang selaku penyelenggara.

"Bukan (kesalahan teknis dari UIN)," kata Haris dalam pesan singkatnya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis malam.

Ketika dihubungi melalui pesan singkat, Haris mengatakan pihaknya telah meminta stafnya untuk mengklarifikasi langsung kepada perusahaan telekomunikasi Zoom.us yang menyediakan platform untuk Webinar Nasional bertajuk "Ekonomi Syariah di Indonesia: Kebijakan Strategis Pemerintah menuju New Normal Life" tersebut.

Baca juga: Tayangan Wapres Ma'ruf Amin di webinar UIN Malang diganggu

"Agar mengklarifikasi ke Zoom atas gangguan waktu webinar dengan Wapres, agar mendapatkan kejelasan apakah betul ada yang sengaja mengganggu dan siapa yang melakukannya," ucapnya menjelaskan.

Pada Kamis pagi sekitar pukul 10.20 WIB, rekaman video Wapres Ma'ruf Amin selaku pembicara webinar diganggu dengan munculnya coretan berwarna merah yang memenuhi wajah Ma'ruf Amin. Coretan tersebut juga disertai dengan kalimat yang tidak sesuai dengan materi webinar, yakni gak ada. Tayangan tersebut juga disiarkan langsung di Youtube, namun kini telah dihapus.

Gangguan tersebut disaksikan oleh lebih dari 900 peserta webinar, termasuk Abd. Haris, Staf Khusus Wapres bidang Umum Masykuri Abdillah, serta Asisten Deputi Komunikasi dan Informasi Publik (KIP) Sekretariat Wakil Presiden Rusmin Nuryadin. Setelah tayangan video Wapres yang diganggu tersebut, Abd. Haris maupun Nur Asnawi selaku host webinar tidak mengklarifikasi maupun meminta maaf atas insiden tersebut.

Gangguan berupa interupsi dalam Zoom meeting pernah dialami Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar, Jumat (29/5), ketika sedang melakukan konferensi pers. Interupsi tidak dikenal atau zoombombing tersebut berupa gambar jari tengah dan tulisan fu*k, yang muncul ketika Abdul Halim melakukan presentasi secara live Abdul Halim.

Baca juga: Wapres: Tatanan Baru jadi peluang bagi industri halal dan UMKM

Zoombombing yang dialami Abdul Halim itu berbeda dengan yang terjadi di Webinar Nasional UIN Maliki Malang, Kamis. Saat gangguan terjadi, Wapres Ma'ruf Amin tidak sedang berpartisipasi dan berpidato secara live dalam Zoom meeting. Wapres Ma'ruf menyampaikan pidatonya melalui video yang telah direkam di rumah dinas wapres di Jakarta, Rabu (3/5).

Ma'ruf Amin memiliki akun Zoom yang biasa dia gunakan untuk telekonferensi dengan Presiden Joko Widodo, rapat internal, dan wawancara dengan wartawan Istana Wapres RI. Namun, pada Webinar Nasional yang diselenggarakan UIN Maliki Malang tersebut, Ma'ruf Amin tidak turut bergabung karena sedang mengikuti ratas bersama Presiden Jokowi.

Baca juga: Ma'ruf Amin: Tatanan Baru diterapkan jika tiga syarat terpenuhi

Pewarta: Fransiska Ninditya
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Wapres minta program penanggulangan kemiskinan ekstrem tepat sasaran

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar