Wagub siap wujudkan Jabar daerah penyangga pangan nasional

Wagub siap wujudkan Jabar daerah penyangga pangan nasional

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum (ketiga dari kiri) saat kunjungan kerja Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Subang. (ANTARA/HO-Kementan)

di Karawang beliau memberikan bantuan, di Subang pun memberikan bantuan. Ini bukti kepedulian terhadap Jawa Barat
Subang (ANTARA) - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum siap mengimplementasikan program kerja Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk mewujudkan Jawa Barat sebagai daerah penyangga pangan nasional.

"Dengan kehadiran Mentan ke sini (Subang), tadi (sebelumnya) di Karawang beliau memberikan bantuan, di sini (Subang) pun memberikan bantuan. Ini bukti kepedulian pemerintah pusat terhadap Jawa Barat," katanya saat memberikan arahan pada acara Gerakan Percepatan Olah Tanah (GPOT) bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Subang, Sabtu.

Baca juga: Wagub: Bantuan gubernur untuk Garut cukup besar

Wagub yang sering dipanggil Kang Uu ini mengatakan dalam meningkatkan ekonomi, masyarakat dapat melakukannya lewat pertanian. Hal tersebut sesuai dengan kaidah-kaidah religius islami. Sektor pertanian adalah jalan utama mencari nafkah yang sangat bagus.

"Paling utama mencari nafkah para lelaki adalah dengan tangannya sendiri dan para ulama menafsirkan itu adalah pertanian," kata dia.

Baca juga: Mentan paparkan skema penanggulangan krisis pangan akibat COVID-19

Kang Uu menyampaikan Kementerian Pertanian (Kementan) di bawah pimpinan Mentan Syahrul Yasin Limpo terus berupaya meningkatkan produksi pertanian dengan berbagai program yang diterapkan. Upaya itu juga terus dipantau sehingga target yang sudah ditetapkan dapat tercapai.

Dalam acara tersebut, Mentan Syahrul memberi semangat kepada seluruh masyarakat Subang untuk menjadi contoh dalam mengembangkan pertanian. Subang harus menjadi contoh daerah yang mampu bertahan dengan adanya wabah COVID-19 dan bisa menjadi daerah lumbung pangan.

"Kita jadikan Subang menjadi lumbung pangan. Jadi enam bulan ke depan saya mau dengar pak bupati sudah simpan hasil panen di lumbung pangan itu," kata dia.

Baca juga: Antisipasi krisis pangan, Kementan genjot percepatan tanam padi

Mantan Gubernur Sulawesi Selatan ini juga meminta seluruh jajaran pemerintah daerah Jabar untuk turun langsung dalam meninjau kondisi pertanian. Dengan begitu, berbagai kendala yang ada bisa langsung dicarikan solusinya dan tidak mengganggu proses produksi.

"Lebih banyak pak bupati turun, lebih banyak Pak Wagub turun, maka makin banyak kendala pertanian yang kita bisa carikan solusi. Dampak pascapandemi corona sangat besar bagi kehidupan, ekomoni lesu, distribusi terhambat dan banyak dampak lainnya. Senjata satu-satunya untuk memulihkan ekonomi itu adalah sektor pertanian," ungkapnya.

Atas hal tersebut, Kementan sebagai salah satu garda terdepan dalam upaya penanganan dampak wabah ini, tidak akan patah semangat untuk terus melakukan langkah konkret demi menjaga ketersediaan pangan terutama.

Baca juga: Mentan minta petani tetap berproduksi agar tidak terjadi krisis pangan

Menurut dia, Kementan melakukan percepatan tanam, tidak membiarkan lahan tidur, dan menyediakan bantuan hingga permodalan bagi petani melalui dana Kredit Usaha Rakyat.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi berharap agar Subang memiliki andil yang cukup besar untuk menambah sumbangan produksi padi.

Dengan berbagai bantuan yang digelontorkan, Subang menjadi salah satu daerah di Jabar yang mampu mengoptimalkan lahan dan percepatan tanam untuk peningkatan produksi pangan, terkhusus menghadapi dampak akibat pandemi virus corona.

"Kami juga meminta petani bisa menyerap KUR melalu gerakan Komandi Strategi Penggilingan sebagai pengamanan harga gabah. Silahkan KUR dimanfaatkan sebaik-baiknya," kata dia.

Baca juga: Mentan targetkan penambahan beras 900.000 ton dari cetak sawah baru

 

Pewarta: M.Ali Khumaini
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Riau akan maksimalkan 500 ribu hektare lahan cadangan pangan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar