Pelni susun skenario normal baru operasional kapal

Pelni susun skenario normal baru operasional kapal

Petugas memeriksa suhu tubuh calon penumpang kapal PT Pelni (Persero). ANTARA/Dokumentasi Pelni

Kami akan lakukan rapid test kepada ABK maupun mitra yang akan bertugas di atas kapal
Batam (ANTARA) - PT Pelni (Persero) menyusun skenario penerapan tatanan normal baru untuk mengantisipasi kemungkinan pembukaan kembali kegiatan transportasi laut pada pekan depan.

Kepala Kesekretariatan Perusahaan Pelni Yahya Kuncoro dalam keterangannya yang diterima di Batam, Minggu menyampaikan skenario itu antara lain protokol terhadap kesehatan para kru, proses embarkasi dan debarkasi, layanan makan dan minum di atas kapal, serta protokol terhadap beberapa penggunaan fasilitas di atas kapal.

"Berkenaan dengan protokol kesehatan, kami akan lakukan rapid test kepada ABK maupun mitra yang akan bertugas di atas kapal untuk memastikan kondisi kesehatannya layak untuk bertugas. Faktor kesehatan, kenyamanan, dan keamanan dalam pelayaran adalah prioritas utama kami," katanya.

Baca juga: Pelni distribusikan 500 paket sembako bagi warga terdampak COVID-19

Ia memastikan pihaknya akan mematuhi pelaksanaan skenario tatanan hidup baru dengan tetap memperhatikan protokol COVID-19.

Yahya menambahkan selain menjaga kebersihan serta menerapkan jaga jarak fisik dan sosial, manajemen juga telah menyusun strategi guna melindungi seluruh kru kapal dan penumpang.

Strategi itu antara lain pembatasan penumpang maksimal 50 persen dari kapasitas, penggunaan alat pelindung diri secara lengkap bagi kru kapal, hingga membatasi interaksi dan pertemuan fisik dengan penumpang.

"Selain terus menyuplai kebutuhan multivitamin, mulai saat ini kru kapal yang bertugas juga telah dilengkapi dengan APD dari penutup wajah (face shield), sarung tangan, baju, hingga penutup sepatu. Dengan adanya kelengkapan tersebut diharapkan dapat semakin menimbulkan rasa aman dan nyaman baik kepada kru yang bertugas maupun penumpang yang berlayar bersama kami," kata Yahya.

Sementara itu, sejak Mei 2020, beberapa kapal juga mulai membuka penjualan tiketnya untuk penumpang menuju pelabuhan yang membuka akses.

Yahya menambahkan, dengan penerapan normal baru ini manajemen berharap dapat menggerakkan kembali perekonomian nasional dan mendukung program strategis pemerintah dalam hal pelaksanaan transportasi bagi publik.

Baca juga: Pelabuhan penumpang Tanjung Priok ramai angkut logistik antarpulau
Baca juga: ABK KM Awu 74 orang jalani karantina mandiri di atas kapal

Pewarta: Yuniati Jannatun Naim
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Gugus Tugas Jatim ungkap klaster KM Awu

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar