"Ruwet", kata menteri Jerman soal hubungan dengan AS

"Ruwet", kata menteri Jerman soal hubungan dengan AS

Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas ketika berbicara dalam konferensi pers bersama Menlu Italia Luigi Di Maio (tidak tampat pada gambar), setelah keduanya membahas wabah virus corona (COVID-19), di Berlin, Jerman, Jumat (5/6/2020). ANTARA/Michael Kappeler/Pool via REUTERS/TM

Berlin (ANTARA) - Hubungan Jerman dengan Amerika Serikat "ruwet", demikian diungkapkan Menteri Luar Negeri Heiko Maas saat wawancara dengan salah satu surat kabar.

Menlu Maas menyayangkan rencana penarikan tentara Amerika Serikat dari Jerman.

Presiden Donald Trump memerintahkan militer AS untuk membawa pulang 9.500 personel pasukan dari Jerman, menurut pejabat senior AS pada Jumat (5/6).

"Jika itu terkait dengan penarikan sebagian pasukan AS, kami memperhatikannya. Kita mengapresiasi kerja sama dengan pasukan AS yang sudah terjalin selama puluhan tahun. Ini untuk kepentingan kedua negara kita," kata Maas kepada Bild am Sonntag.

Maas mengakui ada masalah dalam hubungan Jerman dan AS. Ia mengatakan: "Kita adalah mitra dekat dalam aliansi transatlantik. Namun: ini sulit."

Pada Sabtu (6/6), anggota dewan senior dari blok konservatif berkuasa Kanselir Jerman Angela Merkel mengkritik keputusan Trump, yang menginstruksikan militer AS menarik 9.500 personel pasukan dari Jerman.

Pejabat AS, yang tak ingin disebutkan identitasnya, pada Jumat mengatakan bahwa penarikan pasukan merupakan hasil kinerja selama berbulan-bulan oleh pejabat tinggi militer AS, Jenderal Mark Milley. Langkah itu juga tidak ada sangkut paut dengan ketegangan antara Trump dan Merkel, yang mengurungkan niat Trump untuk menjadi tuan rumah pertemuan G7 Juni ini.

Sumber: Reuters

Baca juga: Merkel tolak undangan Trump menghadiri KTT G7 di Washington

Baca juga: Menlu Jerman kritik Trump soal penghentian dana WHO
​​​​​​​

Baca juga: Merkel serukan perdamaian pasca pembunuhan "mengerikan" Floyd
​​​​​​​

​​​​​​​

Polda Riau terjunkan 1.331 personel amankan tatanan Normal Baru


 

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar