Warga terpencil Pulau Bala-Balakang-Sulbar terdampak diberi bantuan

Warga terpencil Pulau Bala-Balakang-Sulbar terdampak diberi bantuan

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo bersama Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Ali Baal Masdar pada kunjungan kerja dicoron Kepulauan Bala-Balakang di Kabupaten Mamuju, Juni 2020. Kepulauan Bala-Balakang adalah kawasan terpencil dan terluar. (FOTO ANTARA/HO-Diskominfo Sulbar)

Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, khususnya kepada bapak gubernur dan jajaran, semoga ke depan pulau terpencil ini dapat lebih diperhatikan lagi
Mamuju (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat bersama Pemerintah Kabupaten Mamuju memberikan bantuan kepada warga di Kepulauan Bala-balakang sebagai bagian dari upaya menanggulangi dampak COVID-19 di pulau terpencil wilayah Kepulauan Bala-Balakang.

Kepala Dinas Perhubungan Sulbar Khaeruddin Anas, Minggu di Mamuju mengatakan pemberian bantuan tersebut sebagai rangkaian awal dari agenda kunjungan kerja Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Forkopimda serta instansi vertikal ke kepulauan terluar di Ibu Kota provinsi ke-33 tersebut.

Ia menjelaskan semua organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada, baik dari Pemprov Sulbar maupun kabupaten bergabung dalam melakukan bantuan.

Menurut Khaeruddin Anas, yang juga selaku koordinator rombongan, OPD dimaksud yakni Dinas Perhubungan, Dinas Kehutanan, Dinas Kesehatan, Badan Lingkungan Hidup, Dinas Kepemudaan dan Olahraga, BPBD, PU dan Kesbangpol.

Sementara, Direktur RSUD Regional Sulbar dr Indahwati Nursyamsi menyatakan berdasarkan letak geografis dari Kepulauan Bala-Balakang ke Kota Mamuju jaraknya jauh sehingga masyarakat sangat kesulitan mendapatkan akses pelayanan kesehatan.

"Kami bersama tim dokter Rumah Sakit Regional Sulbar dan Dinas Kesehatan Sulbar bekerja sama memberikan pelayanan kepada masyarakat Pulau Bala-balakang yang sangat membutuhkan dan terkendala oleh jarak ke Mamuju," kata Indahwati.

Sedangkan Kepala Dinas Kehutanan Sulbar Fakhruddin mengemukakan, program penghijauan di tahap berikutnya akan dilakukan, baik pada tahun anggaran 2020 maupun 2021.

"Hal ini akan disesuaikan dengan hasil peninjauan dan monitoring gubernur ke Kepulauan Bala-Balakang dan tentunya sesuai kebutuhan masyarakat yang ada," katanya.

Ia menjelaskan bantuan bibit yang diberikan sebanyak 1.500 batang, sedangkan untuk penanganan abrasi pantai, bibit harus disesuaikan kondisi laut.

"Bibit harus disesuaikan dengan teknis kondisi laut, pantai dan karang yang juga harus disesuaikan dengan mikro tanaman bakau untuk pencegahan abrasi pantai ke depan," kata Fakhruddin.

Kepala Dinas Dukcapil Sulbar Ilham Borahima menambahkan untuk mengiringi rangkaian kunjungan kerja Gubernur Sulbar bersama Menteri Kelautan dan Perikanan pihaknya melakukan pelayanan langsung ke rumah warga dengan segala keterbatasan yang ada.

"Meski jaringan tidak memadai, Disdukcapil Sulbar tetap berusaha semaksimal mungkin, menyelesaikan segala kebutuhan masyarakat Pulau Ambo, terutama yang berkaitan dengan data-data kependudukan. Kegiatan ini kami istilahkan menjemput bola, karena Disdukcapil Sulbar memberi pelayanan secara langsung ke rumah warga dan kami lihat mereka sangat antusias sekali," katanya.

Melalui kesempatan itu, ia meminta Pemprov Sulbar agar operator atau petugas Disdukcapil bisa difasilitasi alat pelindung diri (APD) COVID-19.

"Hal ini perlu dilakukan karena merujuk pada kejadian yang menimpa petugas Disdukcapil Surabaya, Jawa Timur yang terpapar COVID-19," kata Ilham Borahima.

Kepala Desa Bala-Balakang Timur Mahmud Idris menyampaikan ucapkan terima kasih kepada Pemprov Sulbar dan Pemkab Mamuju atas kunjungannya ke wilayah terpencil dan terluar itu, yang disertai dengan pemberian sejumlah bantuan kepada masyarakat.

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, khususnya kepada bapak gubernur dan jajaran, semoga ke depan pulau terpencil ini dapat lebih diperhatikan lagi," kata Mahmud.

Selaku pemerintah desa dan masyarakat, ia sangat mengharapkan bantuan dari Pemprov Sulbar dan Pemkab Mamuju, terutama terkait permasalahan abrasi pantai yang sangat mengancam terkikisnya pulau dan membutuhkan dana yang besar untuk menyelesaikannya.

Adapun jenis bantuan yang diberikan oleh OPD, yakni pelampung untuk nelayan dari Dinas Perhubungan Sulbar. Bibit pohon, tandon air, dan alat pertanian satu paket dari Dinas Kehutanan Sulbar serta alat kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup Sulbar.

Bantuan lainnya, pelayanan kesehatan gratis dari Dinas Kesehatan dan pihak RSUD Regional Sulbar. pelayanan e-KTP, akta kelahiran, admin induk, pembuatan Kartu Keluarga (KK), Kartu Identitas Anak (KIA) dari Disdukcapil Sulbar.

Pada kesempatan itu juga diberikan hiburan masyarakat dari Biro Umum Pemprov Sulbar dan bantuan peralatan olahraga dari Dinas Kepemudaan dan Olahraga Sulbar.

Selain itu, juga ada bantuan berupa kebutuhan pokok seperti beras, gula, mi instan dan sejumlah bahan kebutuhan pokok lainnya.

Baca juga: Positif COVID-19 di Sulbar bertambah enam jadi 73 kasus

Baca juga: Di tengah pandemi, FPPS minta proyek tower di Mamuju-Sulbar dihentikan

Baca juga: Polda Aceh salurkan bantuan COVID-19 untuk masyarakat pulau terluar

Baca juga: BI gandeng TNI AL gelar layanan kas di pulau terpencil

Pewarta: Amirullah
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kementerian Agama Aceh beriĀ bantuan Ramadhan untuk masyarakat kurang mampu

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar