GTPP: Dari 5.544 warga Kota Jayapura yang "rapid test", 927 reaktif

GTPP: Dari 5.544 warga Kota Jayapura yang "rapid test", 927 reaktif

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Jayapura, Provinsi Papua, Rustam Saru (baju batik) yang juga Wakil Wali Kota Jayapura saat mendampingi Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano (tengah) saat memberikan keterangan kepada wartawan di Jayapura. ANTARA/HO-Humas Pemkot Jayapura/am.

Dari 5.544 warga Kota Jayapura yang menjalani "rapid test" itu, yang terkonfirmasi reaktif COVID-19 sebanyak 927 orang
Jayapura (ANTARA) - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Kota Jayapura Ir H Rustam Saru, MM mengemukakan bahwa selama dua pekan terakhir sebanyak 5.544 warga Ibu Kota Provinsi Papua itu telah menjalani tes cepat kesehatan melalui alat "rapid test" COVID-19 di mana hasilnya 927 orang dinyatakan reaktif.

"Dari 5.544 warga Kota Jayapura yang menjalani 'rapid test' itu, yang terkonfirmasi reaktif COVID-19 sebanyak 927 orang," katanya di Jayapura, Ahad.

Rustam Saru yang juga Wakil Wali Kota Jayapura itu menyatakan bahwa "rapid test" itu dilakukan di Hamadi dan Entrop secara masif selama dua pekan terakhir ini.

"Dari 927 orang yang reaktif COVID-19 itu, semua sudah melaksanakan pemeriksaan swab dan hasilnya juga sudah keluar," katanya.

Menurut dia, hasil swab yang keluar sebanyak 807 orang. Dari jumlah itu rata-rata 30 persen yang positif.

Hingga kini hasil swab yang keluar dari Hamadi sebanyak 210 orang yang positif terpapar COVID-19.

Pada Sabtu (6/6) malam, menurut dia, jumlah pasien positif di Kota Jayapura sebanyak 109 orang dinyatakan positif terpapar corona itu didapatkan dari 380 hasil swab yang diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Papua.

"Khusus di daerah Hamadi, masih ada lagi 120 sampel swab yang hasilnya belum keluar. Dengan demikian diperkirakan bahwa untuk pekan depan berpotensi masih bertambah sekitar 41 orang sampai 50 orang positif terpapar COVID-19," katanya

Atas kondisi itu, Pemkot Jayapura menyarankan kepada warga Kota Jayapura tidak perlu khawatir dan panik dengan jumlah itu karena memang berdasarkan hasil swab dari :rapid test" yang dilakukan pada beberapa waktu lalu.

"Dengan menemukan pasien yang positif corona ini, yakni orang tanpa gejala (OTG) justru mempermudah proses penanganan kita di sisi medis sehingga kemungkinan besar hampir 99 persen bisa disembuhkan oleh tim kesehatan," demikian Rustam Saru.

Baca juga: Pembatasan sosial di Kota Jayapura diperpanjang sampai 19 Juni

Baca juga: Gugus Tugas: Positif COVID-19 di Kota Jayapura capai 523 orang

Baca juga: Positif COVID-19 di Papua melonjak jadi 1.038 orang

Baca juga: Imunisasi di Jayawijaya-Papua jangan terabaikan karena COVID-19

Pewarta: Musa Abubar
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kegirangan warga Inggris bisa potong rambut di salon

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar