Pengaruh COVID-19 terhadap cara berlibur wisatawan

Pengaruh COVID-19 terhadap cara berlibur wisatawan

Dokumentasi - Pecalang atau petugas pengamanan adat Bali memberikan penjelasan kepada wisatawan mancanegara terkait penutupan sementara objek wisata Pantai di tengah wabah COVID-19, Bali, Rabu (1/4/2020). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/hp/aa.

Jakarta (ANTARA) - Pandangan wisatawan Indonesia terhadap rencana perjalanan diprediksi akan berubah akibat pandemi COVID-19 yang membuat ruang gerak terbatas dan membatalkan segala rencana bepergian.

Berdasarkan Google Consumer Surveys pada bulan April dan Mei, ada perubahan perilaku dan harapan konsumen yang mempengaruhi mereka dalam merencanakan perjalanan mendatang.

Pertama, konsumen jadi memprioritaskan keamanan dan kebersihan. Salah satu faktor penting untuk memenuhi rasa aman adalah jaminan standar kebersihan yang lebih tinggi.

Baca juga: Siap "traveling" dengan pesawat, perhatikan 8 hal ini

Baca juga: Nikmati udara segar lewat "kamar hotel" di alam terbuka Swiss


Di Indonesia, 24 persen responden yang ingin bepergian dalam tiga bulan mendatang menyebut “peningkatan standar kebersihan” dan 21 persen responden menyatakan “ketersediaan masker gratis dan atau sanitizer wipes” sebagai pendorong utama untuk melakukan pemesanan hotel.

Kedua, potongan harga dan fleksibilitas jadi pertimbangan. Ketidakpastian mengenai kapan semua jadi kembali normal membuat konsumen butuh fleksibilitas dalam pemesanan tiket karena rencana dapat berubah sewaktu-waktu. Sama halnya dengan potongan harga, motivasi utama konsumen dalam memesan penerbangan.

Hal ini terlihat dari 28 persen responden di Indonesia mengatakan potongan harga penerbangan mendorong mereka untuk melakukan perjalanan. Tetapi, hanya karena konsumen Indonesia menginginkan diskon, mereka juga tetap mengutamakan peningkatan standar kebersihan pada fasilitas yang digunakan.

Ketiga, konsumen masih memilih bepergian ke tempat-tempat terdekat. Penelitian menunjukkan jika mereka ingin memesan perjalanan dalam tiga bulan mendatang, 34 persen responden di Indonesia memilih melakukan perjalanan ke kawasan Asia Pasifik dalam tiga bulan ke depan. Selain itu, perjalanan domestik jarak dekat juga lebih menarik bagi 23 persen responden lainnya.

Selain itu, sebagian responden punya rencana untuk berlibur ke luar negeri dalam waktu dekat. Sebanyak 17 persen ingin melakukannya dalam tiga bulan ke depan, tapi sebagian besar (44 persen) berencana mewujudkannya lebih dari satu tahun dari sekarang.

Baca juga: Universal Studios Japan dibuka lagi untuk warga lokal

Baca juga: Destinasi wisata domestik diprediksi semakin digemari pada normal baru

Baca juga: Tren pemesanan hotel jelang normal baru, durasi menginap makin panjang

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Imigrasi Batam tanggapi rencana kebijakan Travel Bubble

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar