Pemkot Tangerang belum pastikan jadwal pembukaan mal di masa transisi

Pemkot Tangerang belum pastikan jadwal pembukaan mal di masa transisi

Wali Kota Arief bersama Wakil Wali Kota Sachrudin melakukan peninjauan mengenai penerapan protokol kesehatan di fasilitas publik (ANTARA)

kami masih berkoordinasi dan menunggu arahan dari Pemprov Banten dan Pemerintah Pusat
Tangerang (ANTARA) - Pemerintah Kota Tangerang belum bisa memberikan kepastian mengenai waktu untuk pusat perbelanjaan atau mal dapat dibuka kembali pada masa PSBB transisi.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah di Tangerang Selasa menuturkan, kendati kelengkapan protokol kesehatan sudah terpenuhi di sejumlah pusat belanja dan fasilitas publik lainnya, namun belum dapat memastikan kapan pusat perbelanjaan (mal) dapat dibuka kembali.

"Belum, kami masih berkoordinasi dan menunggu arahan dari Pemprov Banten dan Pemerintah Pusat," katanya usai melakukan pemantauan di Stasiun Tanah Tinggi, Selasa.

Terkait berapa kapasitas pengunjung yang diperbolehkan, Wali Kota Arief menyebutkan untuk pengunjung 35 persen dengan parkir dibatasi hanya 50 persen.

"Kami berharap mereka menyiapkan alat checker, jadi nanti kalau memang tempatnya ramai terpaksa akan kita tutup kembali," pungkas Arief.

Pagi ini, Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah bersama Wakil Wali Kota Sachrudin dan Kapolres Metro Tangerang Kota Sugeng Hariyanto, meninjau protokol kesehatan di sejumlah fasilitas publik pada masa PSBB transisi.

Baca juga: Wapres sebut tantangan normal baru lebih berat dibanding PSBB

Baca juga: DPRD DKI ingin ganjil genap tak diterapkan selama PSBB transisi


Peninjauan tersebut meliputi beberapa fasilitas transportasi publik dan pusat perbelanjaan, diantaranya Stasiun Tangerang, Stasiun Tanah Tinggi, Terminal Poris Plawad, Hotel Novotel Tangerang dan Tangcity Mall.

"Jaga jarak ya duduknya," ucap Wali Kota saat mengingatkan beberapa penumpang KRL di Stasiun Tanah Tinggi, Selasa.

"Wastafel cuci tangannya jangan terlalu jauh, tambahin juga tempat duduknya supaya yang nunggu nggak berdekatan dan bisa physical distancing," ujarnya pada petugas.

Saat meninjau gerbong KRL, Arief mengingatkan petugas agar mengikuti aturan jumlah penumpang KRL yang tak boleh melebihi 50 persen dari kapasitas selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.

Usai melihat stasiun dan terminal, Arief bersama jajarannya mendatangi pusat perbelanjaan Tangcity Mall dan Hotel Novotel Tangerang.

Saat tiba di lokasi, kesiapan protokol kesehatan COVID-19 sudah terlihat mulai dari pintu masuk pengunjung dimana terdapat pengecekan suhu tubuh, bilik disinfektan, dan hand sanitizer yang bahkan tersedia di tiap lantai, toilet hingga tempat ibadah.

"Kalau kita lihat disini rata-rata pusat pertokoan sudah menyiapkan protokol kesehatannya apabila nanti diizinkan oleh pemerintah untuk dibuka," jelas Walikota.

"Mereka sudah mempersiapkan baik skrining kesehatan dari awal terus ditambah cuci tangan dan jaga jarak di seluruh fasilitas yang tersedia," tambahnya.

Baca juga: Langgar PSBB, Pemkot Tangerang tutup operasional CBD Ciledug

Pewarta: Achmad Irfan
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Langgar prokes, Pemkot Bandung bubarkan PKL dan tutup Jalan Dipatiukur 

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar