Indef: Ada dunia usaha yang bertahan dan terempas di normal baru

Indef: Ada dunia usaha yang bertahan dan terempas di normal baru

Ilustrasi: Pengunjung melintasi salah satu toko di Pasar Baru, Jakarta. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/aww.

dunia usaha yang terempas artinya dunia usaha yang tidak mampu bertahan di era new normal saat ini.
Jakarta (ANTARA) - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani menilai dunia usaha akan terbagi menjadi dunia usaha yang akan bertahan dan yang terempas di era normal baru atau new normal.

"Dunia usaha ini akan terbagi-bagi, ada dunia usaha yang akan bertahan atau survive dan bahkan mereka akan lebih maju dari sebelumnya. Tapi memang ada juga dunia usaha yang tidak bisa mengikuti lingkungan baru sehingga mereka akan terempas," ujar Aviliani dalam diskusi daring di Jakarta, Selasa.

Aviliani mengatakan bahwa dunia usaha yang terempas artinya dunia usaha yang tidak mampu bertahan di era new normal saat ini.

Baca juga: Pengamat proyeksikan ekonomi RI mulai membaik pada Triwulan IV-2020

Selain itu ekonom Indef itu juga menyinggung  dua era di masa pandemi COVID-19 saat ini yakni era  new normal dan ke depan post-COVID.

"Jadi nanti kita ada dua era yakni era new normal di mana vaksin COVID-19 belum ditemukan serta setelah itu ada juga era post-COVID di mana pandemi COVID-19 sudah betul-betul selesai," katanya.
​​​​​​
Dia juga menilai bahwa era new normal ini masih membutuhkan waktu setahun hingga dua tahun hingga ditemukan vaksin COVID-19 dan pandemi sudah betul-betul selesai. Dengan demikian memang dibutuhkan perubahan perilaku khususnya di sektor dunia usaha.

Baca juga: Apindo: Dunia usaha perlu stimulus modal kerja akibat pandemi COVID-19

"Masyarakat yang sudah mulai berubah sejak dua bulan terakhir. Jadi kalau mereka bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dari masyarakat atau konsumennya, mungkin penjualannya akan membaik di era new normal. Saya mau mengatakan new normal ini tidak mungkin otomatis membaik seperti sebelum masa uCOVID-19 sudah betul-betul selesai," katanya.-19," ujar Aviliani.

Sebelumnya Juru bicara Presiden Fadjroel Rachman menekankan masa tatanan normal baru atau kenormalan baru hingga hari ini masih dalam tahap persiapan.

Fadjroel mengatakan ciri utama pemberlakuan kenormalan baru adalah selalu memakai masker, selalu menjaga jarak, tidak berkumpul secara masif dan selalu mencuci tangan.

Dia mengatakan apa yang dilakukan Presiden Jokowi beberapa waktu belakangan adalah memberikan teladan sekaligus mempersiapkan menuju kenormalan baru.

Fadjroel menyampaikan, kegiatan Presiden berolahraga dengan tetap menjaga jarak serta menunaikan Shalat Jumat dengan menjalankan protokol kesehatan, adalah bentuk teladan tersebut.
 

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Tentang tunjangan pulsa PNS, begini masukan peneliti INDEF

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar