Uni Eropa beri bantuan untuk korban banjir di Kalimantan Timur

Uni Eropa  beri bantuan untuk korban banjir di Kalimantan Timur

Relawan PMI saat mengevakuasi warga korban bencana banjir yang menerjang sejumlah daerah di Kota Samarinda, Kaltim. ANTARA/HO-PMI Kaltim/am.

Jakarta (ANTARA) - Uni Eropa (EU) menyalurkan dana kemanusiaan sebesar 50.000 euro (lebih dari Rp790 juta) untuk membantu warga yang paling terkena dampak bencana banjir di Provinsi Kalimantan Timur pada akhir Mei lalu.

Dana tersebut diharapkan dapat membantu lebih dari 8.600 warga di kelurahan Sidodadi dan Temindung Permai, demikian keterangan tertulis Delegasi EU untuk Indonesia, Rabu.

Dana EU akan mendukung upaya Palang Merah Indonesia (PMI) membantu warga yang paling rentan melalui distribusi bahan-bahan untuk hunian darurat dan barang-barang kebutuhan darurat, seperti terpal, selimut, produk pembersih dan barang-barang rumah tangga dasar.

Sabun cuci tangan, sabun mandi, dan masker juga akan disediakan sebagai upaya pencegahan terhadap penyebaran virus corona. Selain itu, terdapat juga bantuan berupa akses ke air bersih, layanan higienis, serta dukungan psikologis bagi keluarga yang terkena dampak.

Baca juga: Pemprov Kaltim siapkan tempat penampungan untuk korban banjir
Baca juga: Bantu korban banjir, pemerhati sungai dirikan posko di Gunung Lingai


Dana kemanusiaan ini merupakan bagian dari kontribusi EU untuk Dana Darurat Penanggulangan Bencana (Disaster Relief Emergency Fund/ DREF) yang dikelola Federasi Internasional Masyarakat Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies/ IFRC).

Pada akhir Mei lalu, Kalimantan Timur mengalami hujan deras berhari-hari yang mengakibatkan lebih dari 41.000 warga terkena dampak banjir dan memaksa ratusan warga mengungsi.

Akibat diguyur hujan terus-menerus, ratusan rumah di 11 kelurahan Ibu Kota Samarinda terdampak banjir. Beberapa jalan utama juga terendam dan listrik terputus.

Naiknya permukaan air di Sungai Karang Mumus dan Bendungan Benanga mendorong pihak berwenang untuk mengumumkan tanggap darurat selama 14 hari sejak 22 Mei hingga 4 Juni. Sidodadi dan Temindung Permai adalah daerah yang terdampak parah karena letaknya yang dekat dengan sungai.

Baca juga: PMI Pusat kirim bantuan logistik untuk korban banjir Samarinda Kaltim
Baca juga: PMI kerahkan personel dan peralatan untuk tanggulangi banjir Samarinda


Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

BNNP Sultra ringkus pengedar sabu jaringan Samarinda

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar