40 Hari Rendra dan Puisi Kenangan

40 Hari Rendra dan Puisi Kenangan

Jakarta (ANTARA News) - Empatpuluh hari sejak kepergian WS Rendra, sejumlah budayawan, tokoh seniman dan para sahabatnya menggelar acara "Kagum Rendra" di Jakarta, Senin, untuk mengenang ketokohan sang "Burung Merak".

Acara yang dibuka oleh Arswendo Atmowiloto itu juga menghadirkan keluarga WS Rendra, mantan isterinya Sitoresmi Prabuningrat, serta tokoh seniman dan budayawan lainnya seperti Jajang C Noer, Djenar Maesa Ayu, Butet Kartaradjasa, Ninik L karim, dan Slamet Rahardjo.

"Kita hadir bukan sekedar mengenang kepergian WS Rendra, namun semangatnya tetap hadir bagi kita," katanya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan memutar rekaman kegiatan-kegiatan terakhir Rendra, dan juga penampilan pria kelahiran Solo 7 November 1935 itu saat membacakan puisi.

Setelah itu, giliran Sitoresmi Prabiningrat mengawali penceritaan dan pembacaan puisi karya-karya Rendra. Adik ipar Rendra, Adi Kardi, memulainya dengan puisi yang berjudul "nyanyian Angsa" dan berturut-turut Sitok Srengenge, Putu Widjaya, Ratna Riantiarno serta Butet Kartaradjasa.

Sederetan seniman dan budayawan lainnya ikut meramaikan acara yang juga emberikan penghargaan kepada keluarga Rendra. Mereka antara lain Ninik L Karim, Harry Tjahyono hingga Djenar Maesa Ayu. Usai acara, dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama.

Menurut salah seorang pengangum Rendra, AH Mahendra, dirinya sangat mengagumi Rendra, yang begitu peduli dengan keadaan disekitarnya. Sikapnya yang kritis membuktikan kepeduliannya terhadap masalah-masalah kemanusian, nilai budaya dan lingkungan yang mendalam.

"Itu sebabanya saya menyediakan tempat di kompleks apartemen ini, sebagai upaya untuk meneruskan semangat sang Burung merak," katanya.
(*)

Pewarta: surya
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2009

30 Menit - Yang mungkin akan dilakukan Rendra jika masih ada di dunia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar