Mendag: Saatnya membuka ekspor APD

Mendag: Saatnya membuka ekspor APD

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, saat memberikan keterangan terkait distributor gula nakal, di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (20/5/2020). ANTARA/HO-Humas Kementerian Perdagangan/VFT/pri.

saya kira ini sudah waktunya kita segera membukanya untuk dimudahkan ekspornya
Jakarta (ANTARA) - Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mengatakan bahwa pihak Kementerian Perdagangan (Kemendag) tengah mengevaluasi larangan dan pembatasan (lartas) ekspor untuk Alat Pelindung Diri (APD) buatan dalam negeri agar dapat dimudahkan ekspornya, apabila kebutuhan di nasional sudah terpenuhi.

"Memang beberapa pihak sudah minta untuk ekspor, saya kira ini sudah waktunya kita segera membukanya untuk dimudahkan ekspornya, apabila kebutuhan dalam negeri sudah terpenuhi," kata Mendag saat konferensi pers secara virtual, Kamis.

Mendag mengatakan lartas terkait pandemi COVID-19 semula diberlakukan hingga 30 Juni 2020, dan kemungkinan waktunya akan dipercepat untuk sebagian produk, salah satunya APD.

Baca juga: Surplus produksi jutaan APD, Menperin: RI siap penuhi kebutuhan dunia

"Tentu kita akan evaluasi, untuk larangan secara penuh tidak mungkin 30 Juni, akan dipercepat. Ini kan Kamis, kemungkinan minggu depan sudah ada keputusan yang sedang kita analisa dengan cermat. Intinya kita memastikan memang ekspor ini akan kita lakukan sesegera mungkin," ujar Mendag.

Menurut Mendag, beberapa negara telah memiliki perjanjian ekspor produk APD dengan Indonesia, di antaranya Jepang dan Korea Selatan.

Namun terdapat negara lain yang belum memiliki perjanjian, namun meminta Indonesia untuk mengekspor APD ke negaranya, yang juga terdampak pandemi COVID-19.

"Ada beberapa negara lain yang minta dimudahkan, namun memang belum ada perjanjian. Misalnya, Afrika dan beberapa negara lain yang minta dimudahkan," pungkas Mendag.

Baca juga: Menko Airlangga ungkap Indonesia akan ekspor APD

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Ekspor masker dan antiseptik didenda Rp5 miliar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar