Kunjungi rawa untuk "food estate", Mentan: Ini tantangan yang bagus

Kunjungi rawa untuk "food estate", Mentan: Ini tantangan yang bagus

Pengembangan lahan rawa di Desa Gadabung Kecamatan Pendih Batu Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kementerian Pertanian)

Bapak Presiden sudah menginstruksikan kepada saya untuk mempersiapkan Provinsi Kalimantan Tengah menjadi lumbung pangan. Ini tantangan yang sangat bagus bagi kita
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo pada Kamis mengunjungi lahan rawa di Desa Gadabung Kecamatan Pendih Batu Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, guna mendukung kawasan tersebut menjadi food estate atau lumbung pangan dan padat karya tunai.

Dalam kesempatan itu Mentan mengungkapkan bahwa program food estate merupakan arahan Presiden Joko Widodo untuk menumbuhkembangkan sektor pertanian secara merata. Lewat program itu, kata dia, produksi pertanian dapat meningkat sehingga mampu menambah kebutuhan pangan dalam negeri dan pasar ekspor.

"Bapak Presiden sudah menginstruksikan kepada saya untuk mempersiapkan Provinsi Kalimantan Tengah menjadi lumbung pangan. Ini tantangan yang sangat bagus bagi kita," kata Mentan Syahrul melalui keterangan di Jakarta, Kamis.

Mentan menjelaskan bahwa food estate merupakan proyek klaster untuk pengembangan sayuran, buah-buahan, dan aneka tanaman pangan sebagai kebutuhan utama masyarakat Indonesia.

Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Kementerian PUPR juga akan membangun sarana produksi dan infrastruktur pertanian seperti embung dan irigasi.

"Jadi bicara food estate bukan cuma padi dan jagung saja. Kita buat konsep berbasis klaster. Jadi setiap wilayah harus dipetakan, kita klasterkan, ada klaster peternak, hortikultura dan lain sebagainya," kata Syahrul.

Baca juga: Pemerintah segera wujudkan "food estate" baru di daerah transmigran

Dalam mengembangkan lumbung pangan itu, pemerintah akan memanfaatkan lahan rawa total seluas 164.598 hektare di Kalimantan Tengah sebagai lahan persawahan guna menambah produktivitas tanaman dalam upaya menjaga ketahanan pangan.

Dari total luas lahan tersebut terdapat lahan intensifikasi atau lahan yang sudah ada (eksisting) namun masih membutuhkan bantuan sarana produksi (saprodi) seluas 85.456 hektare. Sementara itu lahan ekstensifikasi atau lahan perluasan baru yang masih membutuhkan penggarapan seluas 79.142 hektare.

Biaya yang dibutuhkan untuk pemanfaatan lahan rawa menjadi area sawah produktif yakni sebesar Rp5,44 juta per hektare sehingga total kebutuhan anggaran untuk rencana tersebut sebesar Rp2,55 triliun.

Ada pun Kalimantan Tengah merupakan wilayah subur yang berhasil mengembangkan padi inbrida varietas unggul baru Inpari-42 dan Padi Hibrida Supadi.

Selain padi, provinsi ini juga berhasil memproduksi jagung untuk kebutuhan nasional. Tahun 2015 misalnya, produksi jagung di sana mencapai 8.940 ton pipilan kering dan tahun 2019 produksi jagung sebesar 71.000-118.000 ton pipilan kering, naik hampir 1.000 persen.

Baca juga: Pemenuhan 1,4 juta pekerja "Food Estate" didatangkan dari luar Kalteng
 

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Jokowi tinjau pembangunan kawasan lumbung pangan di Sumatera Utara

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar