Estee Lauder janji akan rekrut lebih banyak karyawan kulit hitam

Estee Lauder janji akan rekrut lebih banyak karyawan kulit hitam

Salah satu konter produk kosmetik mewah Estee Lauder di Los Angeles, California, Amerika Serikat, pada 19 August 2019. (ANTARA/ Reuters/ Lucy Nicholson).

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan kosmetik mewah Estee Lauder Cos. berencana untuk merekrut lebih banyak karyawan kulit hitam, membeli lebih banyak dari bisnis milik warga kulit hitam dan memperluas program pelatihan.

Kebijakan ini diberlakukan Estee Lauder setelah karyawannya mengemukakan kekhawatiran tentang hubungan antar ras di dalam perusahaan.

Para eksekutif top salah satu bisnis kosmetik terbesar di dunia ini mengatakan mereka “berdiri dalam solidaritas dengan karyawan kulit hitam, konsumen kulit hitam dan komunitas kulit hitam dan sangat percaya bahwa kehidupan hitam itu penting (Black Lives Matter),” menurut memo seperti yang diberitakan oleh Bloomberg News, Kamis.

Baca juga: Estee Lauder Luncurkan Si Mewah "Aerin"

Baca juga: Perusahaan Estee Lauder Memenangkan "Trailblazer" Gold Award dari Majalah Chief Learning Officer


Memo itu menguraikan daftar panjang langkah-langkah untuk mendiversifikasi tenaga kerja dan memastikan peluang yang sama bagi seluruh karyawan.

"Beberapa tindakan akan segera dilaksanakan, sementara yang lain masih akan memakan waktu, tetapi semua akan berdampak," tulis Ketua Eksekutif William Lauder dan Chief Executive Officer Fabrizio Freda.

Meski memo tersebut sudah tersebar, seorang jurubicara Estee Lauder menolak untuk berkomentar.

Sebagai bagian dari janji dalam memo tersebut, perusahaan akan meningkatkan donasi menjadi 10 juta dolar untuk NAACP dan organisasi kesetaraan ras lainnya, kenaikan signifikan dari komitmen manajemen yang memberikan 1 juta dolar pada minggu lalu.

Langkah itu dilakukan setelah lebih dari 100 karyawan mengirim surat kepada pimpinan perusahaan kosmetik, dan menyerukan pemecatan pewaris keluarga dan anggota dewan pimpinan Ronald Lauder. Ronald Lauder secara terbuka telah menyatakan dukungannya kepada Presiden Donald Trump.

Para karyawan mengatakan keterlibatan Ronald tersebut telah membuat tekanan pada hubungan antar ras di dalam perusahaan. Ronald telah menyumbangkan setidaknya 1,6 juta dolar untuk organisasi pro-Trump sejak bergabung kembali dengan dewan Estee Lauder pada tahun 2016.

Baca juga: Dior luncurkan sendal jeli untuk pria

Baca juga: Sambut normal baru, GUESS luncurkan platform situs di Indonesia

Baca juga: Kenzo dan Vans hidupkan kembali kolaborasi "floral sneaker"

Pewarta: Maria Rosari Dwi Putri
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar