WHO: Pandemi corona di Afrika "terus melaju", butuh alat tes

WHO: Pandemi corona di Afrika "terus melaju", butuh alat tes

Seorang pria berjalan melewati poster yang menutup bagian gedung menjelang penguncian "lockdown" 21 hari sebagai langkah mencegah penularan virus corona (COVID-19), di Cape Town, Afrika Selatan, Kamis (26/3/2020). REUTERS/MIKE HUTCHINGS)

Salah satu tantangan terbesar di Afrika adalah ketersediaan pasokan, apalagi alat tes.
Jenewa (ANTARA) - Pandemi virus corona "terus melaju" di Afrika, menyebar dari ibu kota di mana virus tersebut tiba bersama para pendatang, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Kamis.

Namun pihaknya menuturkan bahwa tampaknya tidak ada kasus parah dan kematian terhindari.

Sepuluh negara sedang menangani epidemik Afrika, yang menyumbang 75 persen dari sekitar 200.000 kasus di benua dengan 5.000 kematian, kata direktur regional WHO, Matshidiso Moeti, saat memberikan laporan di Jenewa. Afrika Selatan menyumbang seperempat dari kasus COVID-19.

"Kami yakin bahwa banyak jumlah kasus parah dan kematian di Afrika tak akan terlewatkan," katanya.

"Salah satu tantangan terbesar di Afrika adalah ketersediaan pasokan, apalagi alat tes."

Sumber: Reuters

Baca juga: Ilmuwan: 50 ribu kematian akibat corona akan terjadi di Afrika Selatan
Baca juga: WHO sebut Afrika masih mampu membendung wabah corona
Baca juga: "Safari virtual" Afsel bawa serigala dan macan tutul ke ruang tamu

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

4 pemberontak Kongo serahkan senjata api ke Satgas TNI Konga

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar