PLN segera hadirkan layanan listrik 24 jam di perbatasan Timor Leste

PLN segera hadirkan layanan listrik 24 jam di perbatasan Timor Leste

Sejumlah petugas PLN saat sedang bekerja melakukan komisoning test jaringan listrik yang dikerjakan di jalur trans Bokong-Lelogama, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. ANTARA/HO-Humas PLN UIW NTT/am.

Kami berharap dengan layanan listrik 24 jam bisa menunjang kebutuhan infrastruktur yang ada
Kupang (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur (NTT) segera menghadirkan layanan listrik 24 jam di Amfoang, Kabupaten Kupang, wilayah perbatasan dengan Distrik Oecusse, Timor Leste.

"Dalam waktu dekat, kami akan menghadirkan layanan listrik 24 jam untuk sejumlah wilayah di Amfoang, Kabupaten Kupang, dari sebelumnya listrik hanya menyala 12 jam sehari," kata Manajer Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Kupang PT PLN (Persero) UIW NTT Cahyo Gunadi, di Kupang, NTT, Jumat.

Baca juga: PLN NTT sambung listrik di 33 desa di Pulau Flores selama Januari-Mei

Ia menyebutkan layanan listrik 24 jam ini akan berlangsung di antaranya di Desa Fatumetan, Leloboko, Oelbanu, Ohaem, dan Kelurahan Lelogama di Kecamatan Amfoang Selatan serta Desa Fatumonas, Binafun, Bonmuti, dan Bitobe di Kecamatan Amfoang Tengah.

Ia mengatakan pihaknya telah berhasil melakukan uji komisioning jaringan listrik yang dikerjakan di jalur trans Bokong-Lelogama tepatnya di Desa Kauniki, Kecamatan Takari, dan Desa Ohaem 2 Kecamatan Amfoang Selatan.

Jaringan listrik yang dibangun di Desa Kauniki dan Ohaem 2 adalah jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 16,864 kms dan jaringan tegangan rendah (JTR) dengan jarak 13,171 kms serta total gardu mencapai 100 kVA.

Jaringan listrik ini, lanjut dia, nantinya akan mencakup seluruh dusun di Desa Kauniki dan Ohaem 2 untuk percepatan penyalaan listrik 24 jam pada jaringan listrik di sistem Lelogama.

"Dengan beroperasinya jaringan ini nantinya sistem Lelogama yang melistriki Kecamatan Amfoang Selatan dan Amfoang Tengah akan disuplai dari sistem kelistrikan PLN ULP Soe melalui penyulang Batu Putih yang bersumber dari Gardu Induk Nonohonis," katanya.

Cahyo menambahkan kehadiran jaringan listrik ini juga untuk mendukung kebutuhan fasilitas observatorium terbesar di Indonesia yang sementara dibangun Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) di Pegunungan Timau, Kabupaten Kupang.

"Kami berharap dengan layanan listrik 24 jam bisa menunjang kebutuhan infrastruktur yang ada, di sisi lain juga untuk merangsang pertumbuhan berbagai sektor usaha produktif masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan mereka," katanya.

Baca juga: Dukung pos perbatasan dengan Timor Leste, PLN pasok listrik 2 desa NTT
Baca juga: Sisa 12 desa di Kabupaten Kupang belum terlistriki

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menteri BUMN resmikan PLTS Pulau Messa

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar