Menteri Teten mulai pertimbangkan stimulus baru untuk bantu UMKM

Menteri Teten mulai pertimbangkan stimulus baru untuk bantu UMKM

Ilustrasi: Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki (kedua kanan) berbincang dengan pedagang saat kunjungan di Pasar Mebel, Solo, Jawa Tengah, Minggu (2/2/2020). ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/aww. (ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHA)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mulai mempersiapkan agenda stimulus atau program restrukturisasi baru jika ke depannya banyak UMKM yang mengalami masalah.

"Kami sedang mulai mempersiapkan diri perlunya untuk memikirkan agenda stimulus atau program restrukturisasi baru, jika nanti banyak UMKM yang mengalami kredit macet dan sebagainya," ujar Teten dalam diskusi daring di Jakarta, Jumat.

Menurut Menkop UKM tersebut, persiapan tersebut tidak terlepas dari kekhawatirannya terkait catatan dari OECD yang memperkirakan dampak pandemi  setelah September 2020 yang mereka asumsikan hampir separuh dari UMKM akan gulung tikar.

Saat Kemenkop UKM bersama Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan memastikan agar seluruh bank pelaksana dari program restrukturisasi kredit, termasuk juga koperasi simpan-pinjam serta BPR dipastikan tidak terdapat lagi keluhan-keluhan dari pelaku UMKM dan koperasi seperti diminta bayar cicilan atau tetap membayar bunga kredit karena pemerintah sudah memberikan relaksasi.

Sebelumnya Presiden Jokowi memprioritaskan kebijakan stimulus ekonomi diarahkan untuk para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai sektor yang memberikan kontribusi kepada PDB mencapai 60 persen dengan tingkat penyerapan tenaga kerja hingga 97 persen.

Kebijakan stimulus juga diarahkan kepada UMKM karena 99 persen pelaku usaha di Indonesia bergerak pada sektor UMKM yang mayoritas di antaranya adalah pelaku usaha mikro.

Oleh karena itu, kata Teten, Presiden Jokowi meminta agar program restrukturisasi pinjaman UMKM diperluas.

Keringanan cicilan bunga itu juga diberikan bukan saja kepada penerima KUR atau penerima pinjaman melalui PIP yang disalurkan dari PNM dengan program Mekaar, Ulam, dan UMi, Pegadaian, dan juga LPDB. Tapi juga penerima pinjaman yang di bawah Rp10 juta melalui BPR, BPRS, melalui koperasi simpan pinjam, melalui koperasi, BMT, dan juga yang lainnya.

Presiden Jokowi juga meminta agar pelaku usaha mikro dimasukkan dalam kategori penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT)

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menkop dorong pelaku koperasi melek digital

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar