Kasus COVID-19 DKI meningkat, Sandiaga: Ambil kebijakan berbasis data

Kasus COVID-19 DKI meningkat, Sandiaga: Ambil kebijakan berbasis data

Warga RW 07 Jembatan Besi, Tambora, menjalani tes usap COVID-19 di Jakarta, Kamis (14/5/2020). (ANTARA/HO-Dokumentasi Kecamatan Tambora)

Jakarta (ANTARA) - Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyebutkan Jakarta harus mengambil kebijakan berbasis data dalam menangani wabah COVID-19.

"Kita harus tetap hati-hati dan disiplin. Kemudian relaksasi ini di masa transisi, kita harus mengambil kebijakan berbasis data," kata Sandi di Jakarta, Jumat.

Jadi, kata Sandi, kalau datanya (kasus positif) ini terus meningkat, Jakarta harus lebih memperketat relaksasi. Yang harus diutamakan itu faktor risiko kesehatan masyarakat.

"Kita lihat sekarang sudah hampir 70 persen dari aktivitas sebelumnya, jadi harus kita pantau secara ketat jangan sampai ada gelombang selanjutnya," kata Sandi.

Jumlah kumulatif kasus positif di wilayah DKI Jakarta sebanyak 8.628 kasus. Dari jumlah tersebut, 3.781 orang dinyatakan telah sembuh, sedangkan 560 orang meninggal dunia.

Sebanyak 1.424 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 2.863 orang melakukan self isolation di rumah.
Baca juga: Kasus COVID-19 kembali meningkat, Nasdem DKI: Tak perlu berpolemik
Baca juga: Pasar Serdang tutup sementara mulai Senin depan

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Tidak kenakan masker, pelajar dan ASN terjaring razia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar