Sambut normal baru, DPRA evaluasi belajar daring di Aceh

Sambut normal baru, DPRA evaluasi belajar daring di Aceh

Ketua Komisi VI DPR Aceh Irawan Abdullah (kanan) didampingi anggota Komisi VI DPR Aceh, Teuku Raja Keumangan saat memberikan keterangan pers di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Sabtu (13/6/2020). (FOTO ANTARA/Teuku Dedi Iskandar)

Evaluasi tersebut sangat penting dilakukan agar saat pemberlakuan proses belajar-mengajar anak didik di jenjang pendidikan SMA di Provinsi Aceh pada masa normal baru, nantinya dapat berjalan lancar tanpa ada kendala apa pun.
Meulaboh (ANTARA) - Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Aceh (DPRA) melakukan kunjungan untuk melakukan evaluasi proses belajar-mengajar jenjang sekolah menengah atas (SMA) yang selama ini sudah dilaksanakan secara dalam jaringan (daring) di sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Aceh guna menyambut tatanan normal baru.

Dalam kunjungannya, tim legislator tersebut membagi dua tim untuk melakukan kunjungan ke wilayah pantai timur utara Aceh yang dipusatkan di Kota Lhokseumawe, Aceh dengan peserta dari Kabupaten Aceh Utara, Kota Lhokseumawe serta Kabupaten Bireuen. Sedangkan di wilayah barat Aceh dipusatkan di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat dengan peserta berasal dari Kabupaten Aceh Jaya, Aceh Barat serta Kabupaten Nagan Raya.

“Kedatangan kami pada hari ini untuk memastikan proses belajar-mengajar yang diterapkan oleh Dinas Pendidikan Aceh dapat berjalan baik di tingkat kabupaten/kota di Aceh,” kata Ketua Komisi VI DPRA, Irawan Abdullah didampingi Teuku Raja Keumangan di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Sabtu.

Menurutnya, evaluasi tersebut sangat penting dilakukan agar saat pemberlakuan proses belajar-mengajar anak didik di jenjang pendidikan SMA di Provinsi Aceh pada masa normal baru, nantinya dapat berjalan lancar tanpa ada kendala apa pun.

Selain itu, kedatangan legislator ke daerah ini juga untuk memastikan penerapan protokoler kesehatan di lembaga pendidikan nantinya harus sesuai dengan standar kesehatan yang berlaku, agar anak didik dapat belajar secara maksimal dengan konsep menjaga jarak, menggunakan masker, ketersediaan sarana cuci tangan dan standar kesehatan lainnya, termasuk ketersediaan anggaran pasca belajar secara daring.

“Pendidikan itu bukan proses main-main, jangan sampai nantinya diprotes oleh masyarakat,” kata Irawan Abdullah menambahkan.

Tidak hanya itu, dalam kunjungan tersebut, Komisi VI DPRA juga menggelar pertemuan dengan puluhan kepala sekolah yang berasal dari Kabupaten Aceh Jaya, Aceh Barat dan Nagan Raya, untuk mendapatkan informasi guna menggali informasi yang dibutuhkan agar penerapan pendidikan Aceh ke depan semakin lebih baik dan berkembang.

“Kalau misalnya terkendala di anggaran di bidang pendidikan, kita juga berharap agar hal ini dapat disahuti oleh Pemerintah Provinsi Aceh saat pembahasan anggaran APBA Perubahan di tahun 2020 ini,” katanya.

Pihaknya juga berharap pengalokasian anggaran pendidikan di Aceh nantinya juga harus memenuhi semua sisi kebutuhan anak didik, agar ketika proses belajar mengajar kembali normal, penerapan standar protokol kesehatan di setiap sekolah di Aceh dapat berjalan maksimal tanpa ada kendala apa pun, demikian Irawan Abdullah.

Baca juga: Rektor Unsyiah: Butuh tahapan untuk terapkan normal baru

Baca juga: Ketua Raja Aceh ajak warga patuhi pemerintah terkait normal baru

Baca juga: Pesantren di Aceh mulai beraktivitas kembali di tengah corona

Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Presiden ajak ulama Aceh jaga persatuan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar