Pusat perbelanjaan Cikarang siap terapkan skema ganjil genap

Pusat perbelanjaan Cikarang siap terapkan skema ganjil genap

Kondisi Sentra Grosir Cikarang di Jalan RE Martadinata Nomor 95 Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat sebelum pandemi COVID-19. ANTARA/Pradita Kurniawan Syah

Para pedagang sudah membuat kesepakatan di atas materai. Pada prinsipnya mereka semua setuju mengikuti protokol kesehatan sesuai aturan pemerintah daerah. Sudah 80 persen lebih yang sudah mengisi surat pernyataan itu sampai hari ini,
Cikarang, Bekasi (ANTARA) - Salah satu pusat perbelanjaan, Sentra Grosir Cikarang (SGC) di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mengaku siap menerapkan skema ganjil genap sesuai kebijakan pemerintah daerah saat akan beroperasi kembali.

"Kami dari manajemen sudah melakukan pertemuan dengan seluruh pemilik tenan untuk persiapan pengoperasian kembali," kata Deputi Building Manager SGC Ridwan Arifin di Cikarang, Sabtu.

Dia mencatat 1.400 pedagang di SGC telah menyetujui pembukaan gerainya kembali dengan menerapkan protokol kesehatan salah satunya sistem ganjil genap.

"Para pedagang sudah membuat kesepakatan di atas materai. Pada prinsipnya mereka semua setuju mengikuti protokol kesehatan sesuai aturan pemerintah daerah. Sudah 80 persen lebih yang sudah mengisi surat pernyataan itu sampai hari ini," katanya.

Berdasarkan hasil pertemuan sebelumnya, para pedagang akan diberi nomor dengan mengikuti tanggal yang ditentukan untuk buka. "Artinya, para pedagang yang mendapat nomor ganjil akan buka pada tanggal ganjil, begitupun sebaliknya," ucapnya.

Dengan penerapan skema itu Ridwan berharap ketentuan tentang pembatasan fisik dapat terpenuhi karena kapasitas mal hanya akan terisi setengahnya.

"Kami juga akan buat batas antarpedagang yakni berjarak 1,5 meter. Minimal dari total 1.400 kios yang ada, akan buka sekitar 700 kios saja dan untuk persiapan ganjil genap sudah kami pasang nomor-nomor tenan," ungkapnya.

Bagi para pengunjung yang hendak masuk mal diharuskan mengikuti protokol kesehatan seperti mengikuti antrean dan menghindari kerumunan.

"Pengunjung SGC juga wajib menggunakan masker dan mencuci tangan sebelum masuk mal," ucapnya.

Pihaknya juga melarang anak usia di bawah tiga tahun memasuki mal namun ketentuan ini menurut dia perlu perhatian lebih sebab diperkirakan banyak pengunjung yang datang ke mal untuk mengajak anaknya bermain.

"Kalau pengunjung agak susah diatur dan tidak mau mengikuti protokol kesehatan terpaksa kami larang masuk," kata dia.
  Baca juga: Bekasi siapkan skema ganjil genap operasional mal

Baca juga: Wali Kota Bekasi jelaskan 'new nomal' kepada pengelola pasar dan mal

Baca juga: Langgar PSBB, petugas gabungan segel Mal SGC Cikarang


 

Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kronologi kerusuhan di Pasar Payakumbuh

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar