NU kecam rencana aneksasi Israel di Tepi Barat

NU kecam rencana aneksasi Israel di Tepi Barat

Seorang pendemo membawa bendera Palestina di depan pasukan Israel saat aksi protes menentang rencana Israel untuk mencaplok bagian Tepi Barat, dekat Tulkam, Jumat (5/6/2020). REUTERS/Mohamad Torokman/pras/djo (REUTERS/MOHAMAD TOROKMAN)

Bekasi (ANTARA) - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengecam keras rencana aneksasi yang dilakukan oleh Israel atas wilayah Palestina di Tepi Barat.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama A Helmy Faishal Zaini dalam keterangan kepada Antara di Jakarta, Sabtu.

"Israel harus menghentikan segala upaya yang secara langsung akan berakibat memperkeruh keamanan dan membuat perdamaian dunia terusik," ujar Helmy Faishal.

Ia mengapresiasi dan mendukung keputusan, gagasan dan upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dalam menentang tindakan aneksasi Israel.

Baca juga: DPR: aneksasi unilateral Israel di Tepi Barat tidak dapat dibenarkan

Baca juga: UAE peringatkan Israel tidak lanjutkan rencana aneksasi Tepi Barat


Menurut dia, Indonesia berperan penting dalam mendorong isu ini di forum internasional guna mewujudkan perdamaian di dunia.

"Kami kembali mendorong pemerintah Indonesia untuk terus melakukan upaya-upaya strategis guna mewujudkan perdamaian di negara-negara konflik, terutama di Palestina. Upaya ini sejalan dengan amanat Muktamar 33 Nahdlatul Ulama di Jombang tahun 2015. Nahdlatul Ulama mendukung penuh kemerdekaan Palestina. Bagi Nahdlatul Ulama, apa yang terjadi di Palestina itu bukan konflik soal agama saja, namun lebih dari itu merupakan konflik kemanusiaan," kata dia.

Nahdlatul Ulama sendiri juga melakukan sejumlah langkah dan upaya strategis untuk membantu penyelesaian konflik di Palestina.

NU secara intens menggalang komunikasi dengan berbagai pihak untuk memberi masukan demi pencapaian kedaulatan Palestina, kata Helmy Faishal.

Sejak 1938, sikap NU tidak berubah. NU konsisten dan berkomitmen mendukung kemerdekaan dan kedaulatan Palestina. Oleh karena itu, pihak NU menyambut baik gagasan Pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Menlu Retno LP Marsudi.

"NU mendukung penuh tiga agenda penting terkait perdamaian di Palestina, yakni memberikan perlindungan bagi penduduk sipil Palestina, memulihkan kondisi sosial politik, dan juga mengupayakan perdamaian antara Israel dan Palestina," ujar dia.

Baca juga: Indonesia desak dunia internasional tolak rencana aneksasi Palestina

Baca juga: Menlu RI ajak OKI bersatu tolak aneksasi Palestina oleh Israel

 

Pewarta: Azis Kurmala
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Ini alasan Mendikbud Nadiem menunda POP

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar