KKP tebar 5.000 kerang abalon hasil budidaya di Bali

KKP tebar 5.000 kerang abalon hasil budidaya di Bali

Kegiatan penebaran kerang abalon di Bali. ANTARA/HO-KKP

Kerang abalon yang dilepas di Pantai Penimbangan sebanyak 4.000 ekor berukuran tiga cm. Sedangkan kerang abalon di Tukad Mungga sebanyak 1.000 ekor
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar dan Balai Produksi Induk Udang Unggul dan Kekerangan (BPIU2K) telah menebar 5.000 kerang abalon di perairan Bali.

Kepala BPSPL Denpasar, Permana Yudiarso dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu, mengatakan ribuan kerang abalon tersebut merupakan hasil budidaya BPIU2K Karangasem.

Penebaran benih atau kerap disebut restocking bertujuan untuk memulihkan populasi di alam dan untuk menjaga ketersediaan stok agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat sekitar.

Kegiatan restocking dilakukan di dua titik lokasi yaitu di Pantai Penimbangan Buleleng dan di Tukad Mungga, Bali.

"Kerang abalon yang dilepas di Pantai Penimbangan sebanyak 4.000 ekor berukuran tiga cm. Sedangkan kerang abalon di Tukad Mungga sebanyak 1.000 ekor dengan ukuran yang sama," jelas Yudi.

Yudi mengungkapkan pemilihan lokasi restocking telah melalui kajian dan evaluasi. Pantai Penimbangan merupakan lokasi peneluran penyu alami dan memiliki keunikan terumbu karang.

Ia juga mengutarakan harapannya agar kalangan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) di lokasi restocking dapat aktif memonitor kerang abalon dan dapat mengambil manfaat setelah populasinya bertambah banyak.

"Saya berharap agar kerang abalon dapat berkembang biak dengan baik dan ke depannya masyarakat dapat memanfaatkan hasilnya," ucapnya.

Penebaran benih kerang abalon di Pantai Penimbangan, Buleleng dilakukan oleh 12 penyelam yang terdiri dari anggota Pokmaswas Penimbangan Lestari, BPSPL Denpasar, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Pokmaswas Pacung, Balawista Buleleng dan Buleleng Times.

Kerang abalon merupakan biota laut yang berperan sangat penting bagi ekosistem pesisir.  Abalon termasuk dalam kelas gastropoda, famili haliotidea. Abalon hidup di perairan yang berbatu karang dan banyak ditumbuhi rumput laut.

Budidaya abalon tergolong sangat potensial secara ekonomis karena para pembudidaya cukup memberikan pakan rumput laut Gracillaria.

Baca juga: KKP kembangkan benih kerang abalone bernilai ekonomi tinggi
Baca juga: Ancol jadi kawasan restorasi kerang hijau pertama di Indonesia
Baca juga: Riau ekspor empat ton kerang ke Thailand

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menteri KP: saatnya isi zona ekonomi eksklusif dengan nelayan Indonesia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar