KKP apresiasi penyerahan hibah tanah oleh Pemerintah Kota Tegal

KKP apresiasi penyerahan hibah tanah oleh Pemerintah Kota Tegal

Kepala Badan Riset dan SDM Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Sjarief Widjaja. ANTARA/M Razi Rahman

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Riset dan SDM Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Sjarief Widjaja mengapresiasi penyerahan hibah tanah seluas 10,1 hektare oleh Pemerintahan Kota Tegal yang dinilai penting dalam mendukung transformasi satuan pendidikan KKP.

"Dengan berdirinya Politeknik KP Tegal dan dengan Tri Darma perguruan tinggi yang diembannya, diharapkan dapat meningkatkan kompetensi SDM kelautan dan perikanan melalui jalur pendidikan formal, serta meningkatkan kompetensi masyarakat kelautan dan perikanan secara informal melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk penyuluhan dan pelatihan dan juga meningkatkan perekonomian warga sekitarnya dan masyarakat Kota Tegal pada umumnya," kata Sjarief Widjaja dalam rilis yang diterima di Jakarta, Minggu.

Menurut Kepala BRSDM, penyerahan hibah tanah tersebut adalah berkah yang luar biasa untuk KKP karena merupakan langkah nyata dukungan dari Pemerintah Kota Tegal kepada satuan pendidikan KKP dalam rangka meningkatkan jenjang menjadi pendidikan tinggi dan pengembangan Revolusi Industri 4.0 serta program menuju SDM unggul di era milenial.

Baca juga: KKP tak ingin Indonesia hanya ekspor rumput laut mentah

Saat ini, SUPM (Sekolah Usaha Perikanan Menengah) Tegal tengah bertransformasi menjadi Politeknik Kelautan dan Perikanan Tegal. Dengan terbitnya UU No. 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah khususnya Pasal 12 yang berkaitan dengan Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat dan Pemerintahan Daerah dalam Bidang Pendidikan maka SUPM Tegal harus bertransformasi meningkatkan jenjang menjadi Pendidikan Tinggi.

Permasalahan kepemilikan lahan ini merupakan hal penting dalam pendirian politeknik karena merupakan salah satu syarat pendirian pendidikan tinggi seperti yang tertuang pada Peraturan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 100 Tahun 2016.

Politeknik KP Tegal akan menerapkan sistem vokasi dengan pendekatan teaching factory yakni 70 persen praktik dan 30 persen teori.

Selain itu, sebanyak 50 persen peserta didiknya berasal dari anak pelaku utama perikanan. Politeknik KP juga menjadi center of excellence bagi sekolah menengah kejuruan dan perguruan tinggi yang menyelenggarakan program studi terkait kelautan dan perikanan.

Politeknik KP Tegal juga memiliki 4 program studi yaitu Teknologi Penangkapan Ikan (TPI), Permesinan Perikanan (MP), Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan (TPH), dan Program Studi Teknik Budidaya Perikanan (TBP).

Baca juga: Pemerintah berharap tambak udang bisa jadi andalan Provinsi Sulut

Sekitar 10 persen lulusan satuan pendidikan kelautan dan perikanan lingkup BRSDM KKP dituntut menjadi wirausaha muda melalui program kewirausahaan yang terstruktur dari semester awal sampai semester akhir melalui kurikuler ataupun ekstrakurikuler.

Dengan demikian, seluruh peserta didiknya dituntut memiliki jaringan dengan mitra yang mendukung penciptaan wirausaha muda; mampu memetakan potensi bisnis dari hulu ke hilir bidang kelautan dan perikanan; serta membentuk karakter wirausaha yang tangguh.

"Sejak awal menjadi bagian satuan pendidikan KP, para taruna-taruni sudah dididik secara kemiliteran untuk membangun kedisiplinan, kejujuran, jiwa korsa, teamwork, dan sebagainya. Karena kerja di bidang KP tidaklah mudah, tidak bisa di kota besar, harus di remote area. Untuk itu kami membutuhkan anak-anak yang tangguh. Di mana lulusannya nanti dapat bekerja baik di dunia usaha maupun di dunia industri, dalam dan luar negeri," papar Sjarief.

Kepala SUPM Tegal, Maskuri, menyatakan bahwa setelah adanya hibah tanah dari Pemkot Tegal ke KKP, selanjutnya di tahun 2021 akan diajukan pembangunan Politeknik dan segera membuka pendaftaran mahasiswa baru.

SUPM Tegal berdiri sejak tahun 1962 oleh Departemen Pertanian, yang merupakan sekolah tertua dari sembilan SUPM di Indonesia. Pada awalnya, tujuan sekolah untuk menghasilkan tenaga teknis perikanan guna mengatasi kebutuhan pegawai perikanan di instansi pemerintah.

Tahun 1970-1984 ketika pengembangan perikanan laut diarahkan ke perikanan industri, mayoritas lulusan direkrut menjadi tenaga teknisi dek dan mesin kapal pada kapal penangkap ikan yang beroperasi di perairan Indonesia timur.

Baca juga: KKP tebar 5.000 kerang abalon hasil budidaya di Bali
Baca juga: KKP latih warga buat pakan mandiri siasati harga tinggi
Baca juga: KKP beri kemudahan perizinan kapal nelayan Sulut

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

BI dukung penyediaan benur udang windu di Kotabaru

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar