Program JKN-KIS bantu peserta mahasiswa jalani operasi usus buntu

Program JKN-KIS bantu peserta mahasiswa jalani operasi usus buntu

Pemanfaat JKN-KIS bernama Yogi Anmaris yang merasakan manfaat program itu ketika menjalani operasi usus buntu. (ANTARA/HO-BPJS Kesehatan)

Jakarta (ANTARA) - Pentingnya jaminan kesehatan dirasakan ketika mengalami kondisi darurat dan harus melakukan tindakan operasi, seperti yang dialami mahasiswa Yogi Anmaris yang menjalani operasi usus buntu berkat program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

"Bulan Oktober lalu, untuk pertama kalinya saya menjalani operasi usus buntu. Semua ini terjadi karena kebiasaan pola makan saya yang salah. Dari dulu, saya suka makan makanan yang pedas, di mana sebelumnya saya juga belum makan nasi ditambah lagi saya sering mengonsumsi kopi," ujar mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu dalam keterangan resmi BPJS Kesehatan yang diterima di Jakarta, Senin.

Di situlah, dia merasa menjaga pola makan itu sesuatu yang penting dan sama pentingnya  memiliki jaminan kesehatan.

Yogi merupakan peserta segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) dan dia merasakan manfaat dari keanggotaannya ketika JKN-KIS membantunya mendapatkan tindakan operasi usus buntu tanpa mengeluarkan uang sedikit pun.

Baca juga: Sepekan, pasar di Bandung ditutup hingga TNI/Polri dukung normal baru

Baca juga: JKN-KIS vs asuransi swasta, ini perbandingannya


Dia mengucapkan terima kasih kepada program tersebut atas operasi tersebut yang bisa terwujud karena gotong royong dari para peserta JKN-KIS yang rutin membayar iuran. Berkat hal itu dia bisa menjalani perawatan intensif tanpa harus merogoh kocek.

Tidak hanya itu, dia juga tidak menemukan perbedaan dalam pelayanan dan bahkan mengatakan pelayanan yang diberikan pihak rumah sakit begitu baik dan cepat sejak dia dibawa ke UGD hingga dalam perawatan.

"Sebelum operasi pelayanan yang diberikan pun dan sangat cepat dalam mempersiapkan segalanya, perawatannya saya rasakan tidak ada masalah dan tidak mendiskriminasi," ujarnya.

Untuk itu, dia berharap agar masyarakat yang belum menjadi peserta JKN-KIS untuk segera mendaftar diri sebelum sakit. Hal itu karena, menurut Yogi, program JKN-KIS merupakan jaminan kesehatan paling murah dibandingkan jaminan sejenis lainnya.

"Butuh tidak butuh setiap orang harus punya jaminan kesehatan karena sakit tidak ada yang tahu kapan dan waktunya. Menurut saya jaminan kesehatan dari pemerintah ini merupakan jaminan kesehatan termurah dibandingkan jaminan kesehatan lainnya di luar sana," kata Yogi.*

Baca juga: Anastasia terbebas dari miom berkat JKN-KIS

Baca juga: Keluarga dokter pun merasakan manfaatkan program JKN-KIS

 

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

MCS yang menjangkau layangan BPJS hingga ke pelosok pegunungan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar