Perpusnas : Perpustakaan desa tingkatkan produktivitas masyarakat

Perpusnas : Perpustakaan desa tingkatkan produktivitas masyarakat

Kepala Biro Hukum dan Perencanaan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Dr Joko Santoso MHUm dalam telekonferensi di Jakarta, Senin. (ANTARA/Indriani)

Jakarta (ANTARA) - Kepala Biro Hukum dan Perencanaan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Dr Joko Santoso MHUm mengatakan perpustakaan desa dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas masyarakat di desa terutama pada saat pandem COVID-19.

"Perpusnas sudah memulai dua tahun lalu, targetnya adalah perpustakaan umum, baik di provinsi, kabupaten/kota dan desa. Dengan adanya perpustakaan desa ini dapat meningkatkan produktivitas masyarakat di pedesaan, terutama pada saat pandemi COVID-19," ujar Joko dalam webinar di Jakarta, Senin.

Perpustakaan desa tersebut dapat terus berkembang. Saat ini terdapat 661 perpustakaan desa. Dengan demikian, perpustakaan desa juga bisa menjadi salah satu wahana untuk menyiapkan masyarakat desa, tidak hanya dari sisi pengetahuan, tapi juga dapat meningkatkan produktivitas masyarakat dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada di desa.

Baca juga: Perpusnas kembali layani pengunjung dengan terapkan protokol kesehatan

Dia menjelaskan Perpusnas dan Bappenas, sejak 2017 melakukan penguatan literasi untuk kesejahteraan melalui transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

"Arah pengembangan perpustakaan terkait dengan transformasi ini diarahkan pada tiga aspek, yaitu bagaimana perpustakaan sebagai wahana pembelajaran sepanjang hayat di dalam mewujudkan inovasi dan kreativitas masyarakat, melalui berbagai macam informasi dan pengetahuan yang tersedia di perpustakaan," tambah dia.

Kemudian, bagaimana perpustakaan menjadi pusat kegiatan pemberdayaan masyarakat yang berkomitmen terhadap peningkatan kualitas hidup dan juga kesejahteraan masyarakat. Terakhir adalah perpustakaan bisa menjadi salah satu basis di dalam pengembangan kebudayaan khususnya melalui berbagai macam aktivitas yang menyangkut pelestarian dan juga pemajuan Khasanah budaya bangsa yang berkelanjutan.

"Program dan kegiatan perpustakaan dimaksimalkan untuk bisa menjadikan perpustakaan sebagai ruang publik bagi masyarakat. Untuk bisa berbagi pengalaman juga belajar secara kontekstual dan berlatih keterampilan serta kecakapan kerja," paparnya.

Baca juga: Perpusnas : PSBB bisa diisi dengan membaca buku melalui aplikasi

Baca juga: Perpusnas tutup sementara cegah penyebaran COVID-19


Direktur Pendidikan Tinggi dan Kebudayaan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Bappenas, Hadiat mengatakan pihaknya mendorong dalam konteks ilmu pengetahuan bagaimana bacaan bisa membuat seseorang bertahan dan produktif dalam kondisi apapun, termasuk dalam pandemi.

"Kami ingin mendapatkan beberapa pemikiran supaya bisa menjadi inspirasi bagi kita semua, untuk mencari cara terbaik yang efektif di dalam membangun kualitas SDM melalui literasi," kata Hadiat.

Pembangunan SDM melalui literasi itu selaras dengan RPJMN 2020-2024, yang mana Presiden Jokowi menekankan bahwa upaya ke depan adalah pembangunan SDM.

"Jadi memperkuat kapasitas SDM menjadi kunci untuk menjadikan negeri ini memiliki daya saing," kata Hadiat.

Kementerian PPN/Bappenas bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional menyelenggarakan Webinar bertajuk “Bangkit dari Pandemi dengan Literasi” pada Rabu, 17 Juni 2020 pukul 15.00 WIB melalui aplikasi telekonferensi yang juga akan disiarkan secara live streaming melalui Youtube Perpustakaan Nasional.

Baca juga: Perpusnas minta hasil Rakornas ditindaklanjuti

Pewarta: Indriani
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar