Akuatik

PRSI sosialisasikan protokol kesehatan pekan depan

PRSI sosialisasikan protokol kesehatan pekan depan

Foto ilustrasi: Perenang asal Kota Surabaya Adinda Larasati Dewi (kanan) mengamati catatan waktu usai final 400 meter gaya bebas putri dalam Indonesia Open Swimming Championships 2019 di Stadion Akuatik, GBK, Jakarta, Jumat (13/12/2019). Adinda Larasati Dewi meraih emas dengan catatan waktu 04 menit 24.22 detik. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp.

Jakarta (ANTARA) - Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) akan mulai menyosialisasikan protokol kesehatan pekan depan kepada para atlet dan pemangku kebijakan terkait soal protokol kesehatan yang bakal dijadikan pedoman dalam memulai kembali latihan di era normal baru.

Wakil Ketua Umum PB PRSI Harlin Rahardjo mengatakan penyusunan protokol saat ini masih dalam tahap finalisasi sembari terus melengkapi draf secara detail dengan berbagai masukan dari ahli kesehatan, termasuk ahli epidemiologi.

"Nanti kalau masukannya sudah lengkap, kita berencana akan keluarkan (protokol) bulan ini. Paling lambat pekan depan," kata Harlin kepada ANTARA di Jakarta, Senin.

Baca juga: Renang Indonesia masih harus siapkan protokol "New Normal"

Apabila protokol tersebut sudah rampung, Harlin menjelaskan, PRSI masih akan melihat situasi penyebaran COVID-19 terlebih dahulu. Penyelenggaraan pelatnas pun nantinya akan dilakukan secara bertahap, sebelum seluruh atlet benar-benar kembali berlatih di kolam renang.

Demi memulai kembali latihan sesegera mungkin, PRSI, kata Harlin, sudah berkomunikasi dengan pihak GBK untuk memastikan bahwa mereka menyetujui draf protokol yang disusun.

Adapun protokol yang saat ini masih dirumuskan hanya mengakomodir panduan kegiatan latihan, dan belum mengatur tata pelaksanaan penyelenggaraan kejuaraan. Kompetisi renang, kata Harlin, belum memiliki urgensi yang tinggi saat ini.

Baca juga: Kemenpora terbitkan protokol kegiatan olahraga nasional

"Yang terpenting atlet bisa kembali berenang, pelatih bisa kembali melatih jadi pendapatan mereka bisa berjalan lagi," tuturnya.

"Kita akan evaluasi dulu bagaimana kegiatan latihan berjalan dengan protokol kesehatan. Kalau latihan bisa jalan dengan pembatasan, lalu semua orang disiplin, kita bisa lanjut," katanya menambahkan.

Sementara itu, kegiatan pelatda akan kembali diperbolehkan menggelar latihan apabila daerah tersebut berada di zona hijau dan kuning atau yang memiliki tingkat penularan rendah.

Baca juga: KONI: protokol kesehatan tahap awal akomodir olahraga perorangan
Baca juga: KOI sebut protokol olahraga harus mengacu aturan WHO

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Arena Akuatik PON Papua telah bersertifikat internasional

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar