counter

Pasca Lebaran Penjualan Ponsel Meningkat

Pasca Lebaran Penjualan Ponsel Meningkat

(ANTARA/Eric Ireng)

Pangkalpinang (ANTARA News) - Setelah Lebaran sejumlah konter ponsel atau handphone (HP) di Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel) mengalami peningkatan penjualan dibandingkan hari biasanya, seiring banyaknya kalangan remaja yang mendapatkan uang saku Lebaran dari keluarganya.

"Sejak H+1 hingga H+5 Lebaran, penjualan HP mengalami peningkatan dibandingkan hari biasanya disebabkan banyaknya remaja Pangkalpinang yang mendapatkan uang saku dari keluarganya, sehingga mereka bisa membeli HP," ujar Andra, pemilik konter HP di Pangkalpinang, Sabtu.

Ia mengatakan, pada empat hari setelah Lebaran, telah terjual sebanyak 31 unit handphone (HP) dari berbagai merek yang rata-rata pembeli berasal dari kalangan remaja Pangkalpinang dan sekitarnya.

"Rata-rata yang dibeli adalah HP dengan harga Rp600 ribu hingga Rp2 juta dengan berbagai tipe dan merek yang tersedia dengan sistem jual beli putus maupun tukar tambah," katanya.

Menurut dia, pada hari biasanya, penjualan handphone di konter miliknya rata-rata laku terjual antara empat hingga lima unit handphone.

"Penjualan pada tahun ini lebih sepi dibandingkan tiga tahun lalu, dimana pembeli harus antri untuk membeli handphone, namun sekarang sudah berkurang," katanya.

Dedi, pemilik konter handphone lainnya, mengatakan, pembelian handphone pada saat setelah Lebaran memang lebih meningkat dibandingkan hari biasanya.

"Banyak kalangan remaja yang mendapatkan sejumlah uang saku dari sanak saudara pada lebaran dan membelanjakan uang untuk membeli HP," katanya.

Namun untuk pembelian pulsa elektrik pada saat Lebaran maupun sebelum Lebaran justru mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.

"Untuk pembelian pulsa saat sebelum Lebaran maupun saat Lebaran mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu," katanya.

Ia mengatakan, pada Lebaran tahun lalu, sejumlah pulsa elektrik maupun voucher laris terjual kepada masyarakat sebanyak 40 hingga 50 item pulsa elektrik.

"Namun pada 2009 ini hanya terjual 10 item pengisian pulsa atau sama seperti hari biasanya," katanya.

Riki, remaja Pangkalpinang, mengatakan, memilih menukarkan HP miliknya dengan tipe HP yang lebih canggih dan modern setelah mendapatkan uang saku lebaran dari sanak saudara pada saat lebaran.

"Kebetulan kakak saya sudah bekerja semua, sehingga sebagai anak bungsu saya banyak mendapatkan uang saku lebaran dan uangnya saya belanjakan untuk tukar tambah HP merek terbaru," katanya.(*)

Pewarta: luki
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2009

3 menteri perihal ponsel ilegal disahkan Agustus

Komentar