Maskapai di AS ancam larang penumpang naik jika tolak pakai masker

Maskapai di AS ancam larang penumpang naik jika tolak pakai masker

Penerbangan United Airlines dari Newark menuju San Francisco dipadati penumpang dari gambar yang diperoleh di media sosial pada Sabtu (9/5/2020). ANTARA FOTO/Ethan Weiss via REUTERS/aww/am.

Jakarta (ANTARA) - Maskapai penerbangan asal Amerika Serikat akan melarang penumpang naik pesawat jika mereka menolak memakai masker, kata sejumlah penyedia jasa angkutan udara, Senin.

Kebijakan itu dibuat demi mengurangi risiko penyebaran COVID-19, penyakit menular yang disebabkan virus corona jenis baru (SARS-CoV-2).

Sejumlah maskapai utama AS dapat mencegah seseorang yang tidak mengenakan masker untuk naik pesawat. Namun, mereka akan menyediakan masker bagi penumpang yang membutuhkan.

Walaupun demikian, awak kabin atau pramugari tidak punya banyak kewenangan terhadap penumpang yang melepas maskernya  ketika sudah berada di dalam pesawat. 

Beberapa maskapai yang menerapkan aturan ketat di antaranya Alaska Airlines, American Airlines, Delta Air Lines, Hawaiian Airlines, JetBlue Airways, Southwest Airlines, dan United Airlines, kata asosiasi penyedia jasa angkutan udara AS, Airlines for America, dalam pernyataan tertulis.

Baca juga: JetBlue wajibkan penumpang mengenakan masker selama perjalanan

Para maskapai penerbangan akan memberikan informasi lengkap mengenai kebijakan mereka masing-masing kepada para penumpang sebelum terbang, diikuti dengan mengumumkan informasi rinci saat di dalam pesawat . Beberapa sanksi yang akan diterima penumpang yang tidak patuh, antara lain mereka akan dimasukkan ke dalam daftar "tidak diizinkan terbang".

Meskipun demikian, pihak maskapai menjelaskan penumpang dapat melepas masker saat makan dan minum.

American Airlines mengatakan kewajiban pakai masker itu akan mulai berlaku Selasa (16/6), sementara United Airlines mulai menetapkan aturan itu Kamis (18/6).

United Airlines mengatakan penumpang yang tidak patuh akan masuk daftar larangan terbang sehingga mereka tidak dapat terbang dengan maskapai tersebut "dalam waktu tertentu sampai adanya hasil evaluasi terhadap insiden terkait".

Sementara itu, Delta Air Lines mengatakan pihaknya berupaya meningkatkan kesadaran penumpang agar mereka mengetahui dan mematuhi kewajiban pakai masker. Menurut Delta, memakai masker merupakan salah satu cara yang penting untuk "memastikan keamanan saat terbang".

Kebijakan itu kemungkinan terus berlaku selama pandemi.

Baca juga: Kanada wajibkan penumpang pesawat kenakan masker cegah corona

Senator Ed Markey, lewat unggahannya di Twitter, menyambut baik kebijakan sejumlah maskapai penerbangan itu. Ia menambahkan bahwa kebijakan itu perlu "segera dilengkapi dengan aturan federal".

Markey bersama belasan senator dari Partai Demokrat merupakan sosok yang vokal menyuarakan isu keamanan perjalanan udara selama pandemi.

Pemerintah AS belum mewajibkan maskapai menjalankan persyaratan keamanan khusus sejak COVID-19 berdampak pada industri penerbangan. Padahal, serikat, asosiasi, dan pelaku usaha telah meminta pemerintah menyusun protokol kesehatan dan keamanan perjalanan.

"Pemerintah federal melalaikan tanggung jawabnya untuk memastikan keamanan para penumpang dan pekerja bidang penerbangan selama COVID-19," kata Sara Nelson, ketua asosiasi awak kabin, Association of Flight Attendants-CWA. Ia menambahkan masalah itu tidak dapat diserahkan seluruhnya kepada pelaku industri.

Kepala Badan Pengelola Penerbangan Federal, Stephen Dickson, kemungkinan akan menerima pertanyaan tentang masker saat menghadiri sidang di senat, Rabu (17/6).

Sumber: Reuters

Baca juga: Mesir buka kembali semua bandara internasional mulai 1 Juli

Baca juga: AS, China akan izinkan empat penerbangan per minggu


 

Penumpang pesawat diimbau lakukan tes cepat tujuh hari sebelum terbang

Penerjemah: Genta Tenri Mawangi
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar