Room to Read jangkau lebih banyak guru melalui LiteracyCloud.org

Room to Read jangkau lebih banyak guru melalui LiteracyCloud.org

Pelatihan guru yang diselenggarakan Room to Read bersama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, dan organisasi pendiidikan berGURU, mengadakan pelatihan pengembangan profesional guru secara daring di Jakarta, Selasa (16/6/2020). ANTARA/HO-Kemendikbud/am.

Jakarta (ANTARA) - Lembaga nirlaba yang fokus pada literasi anak, Room to Read, memperkuat dukungannya dalam kegiatan pembelajaran jarak jauh selama masa pandemi melalui keberadaan pelantar digital, LiteracyCloud.org.

Room to Read bersama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, dan organisasi pendidikan berGURU, mengadakan pelatihan pengembangan profesional guru secara daring dengan tema “Menumbuhkan Kebiasaan Membaca Anak untuk Sekolah Dasar”, dengan mengundang lebih dari 1.000 guru dari seluruh Indonesia.

Pelatihan diadakan pada 16 Juni 2020 melalui aplikasi WebEx dari Direktorat Sekolah Dasar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Kami mendapat umpan balik yang sangat positif dari para guru dan komunitas, meminta lebih banyak pelatihan daring yang dengan LiteracyCloud.org," ujar Manajer Program Divisi ProVisi Education, Chatarina Trihastuti, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan bahwa kegiatan pelatihan kali ini merupakan penguatan dari pelatihan-pelatihan sebelumnya.

Room to Read tidak hanya melibatkan guru SD dan MI di wilayah Jakarta, tetapi juga mengundang para peserta dari Aceh, Jawa Barat, Jawa Timur, Riau, Sulawesi, dan Papua.

Dalam lingkup nasional, Room to Read telah mengadakan pelatihan daring pertama pada bulan Maret lalu yang melibatkan lebih dari 200 guru dari 97 kota. Sedangkan pada bulan Mei dan Juni, di lingkup wilayah, Room to Read mengundang 1.158 guru dari Yogyakarta dan Trenggalek, Jawa Timur.

Di Jakarta, pelatihan wilayah yang pertama diadakan pada bulan Desember 2019, melalui acara tatap muka yang dihadiri oleh 200 guru sekolah dasar bekerja sama dengan berGURU.

Saat sekolah mulai menerapkan kegiatan #belajardirumah, pada 2 Mei 2020 bersamaan dengan Hari Pendidikan Nasional, Room to Read mengadakan kembali pelatihan bersama berGURU, namun dalam format daring, yang melibatkan 599 guru di seluruh Jakarta untuk mendukung kegiatan membaca anak di rumah.

LiteracyCloud.org, sebuah pelantar pembelajaran daring yang dibuat dengan dukungan Google.org, selalu menjadi fokus utama dari pelatihan ini. LiteracyCloud.org memiliki lebih dari 200 buku cerita digital berkualitas tinggi yang mendukung guru, orang tua, dan siswa untuk melakukan kegiatan membaca saat mengikuti pembelajaran jarak jauh.

Room to Read juga memiliki beragam video pengembangan profesional, mulai dari video pembelajaran untuk membangun kebiasaan membaca hingga video tentang buku cerita anak yang menarik.

Belum lama ini, Room to Read juga merilis perpustakaan video membaca lantang yang akan membantu guru dan orang tua mengembangkan keterampilan dan kebiasaan membaca anak.

Head of Public Affairs Google Asia Tenggara,Ryan Rahardjo, mengungkapkan bahwa Google.org berkomitmen untuk mendukung akses pendidikan yang merata untuk setiap orang.

"Kami berharap pelantar digital LiteracyCloud.org dapat menambah ketersediaan cerita berkualitas berbahasa Indonesia dan menumbuhkan kecintaan membaca pada anak-anak.

Semoga berbagai video pelatihan yang tersedia dapat meningkatkan metode pengajaran membaca para pengajar, serta membantu para penulis dan ilustrator di Indonesia untuk menciptakan buku cerita anak yang menarik," kata Ryan.

Dalam sambutan pembukanya, Koordinator Fungsi Penilaian SD, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Eko Warisdiono, menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan itu merupakan kolaborasi dan kepedulian untuk bersama-sama meningkatkan keahlian literasi anak.

"Dengan adanya teknologi, kita memiliki alternatif sumber bacaan dan sumber belajar, yang tersedia di cloud, sehingga bisa diakses oleh siapa saja dan di mana saja. Ini adalah kesempatan baik bagi para guru untuk memberikan wacana dan pengalaman baru bagi siswa didiknya," jelas Eko.

Kepala Bidang Sekolah Dasar Provinsi DKI Jakarta, Momon Sulaeman, menyampaikan bahwa kegiatan ini akan memberikan pencerahan bagi para guru.

"Dengan meningkatkan literasi anak didik, tentu saja harus diawali dengan peningkatan kemampuan tenaga pengajarnya," kata Momon.

Pelatihan “Menumbuhkan Kebiasaan Membaca” dilakukan untuk mempromosikan kegembiraan membaca dan membangun kebiasaan membaca anak-anak dengan dukungan guru dan orang tua.

Selain guru, pelatihan itu juga dihadiri oleh akademisi, pengurus perpustakaan umum, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang bekerja di bidang pendidikan, serta para mitra pendidikan ProVisi Education di Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur.

Mereka diharapkan untuk dapat terinspirasi dan melakukan program pelatihan serupa di wilayah mereka.

Pendiri berGURU, Amin Fatkhurrohman, pelatihan itu menjawab tantangan untuk menjadikan Jakarta sebagai city of collaboration.

Dalam pelatihan itu, seluruh pihak, yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pendidikan Provinsi Jakarta, Room to Read, ProVisi Education, dan berGURU serta seluruh peserta bekerja sama mengembangkan literasi anak. Pelatihan ini juga sebagai upaya untuk menyesuaikan diri dengan generasi anak didik yang dekat dengan teknologi dan internet.

Dalam kesempatan itu, perwakilan Room to Read David Strawbridge, turut hadir menyapa seluruh peserta dan mengapresiasi semangat belajar para peserta. Pelatihan daring Room to Read dilaksanakan secara interaktif, diiringi tanya jawab dan praktik kegiatan membaca.

Peserta dan pemateri membahas pertanyaan paling penting, apa yang membuat kegiatan membaca menyenangkan bagi anak-anak? Para peserta didorong untuk melakukan lebih banyak kegiatan membaca dengan anak-anak, dan yang paling penting, untuk juga melibatkan orang tua.

Keberadaan LiteracyCloud.org, ditambah dengan kegiatan pelatihan daring untuk membangun kebiasaan membaca, diharapkan dapat mendukung kegiatan #belajardirumah.

Keduanya adalah sumber daya serta media bagi para guru untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan mereka agar dapat lebih mendukung bacaan anak-anak di rumah.

"Jadi, kami memutuskan untuk mengundang lebih banyak guru untuk bergabung dengan pelatihan daring kami, sehingga semangat bergembira membaca dapat tersebar semakin luas," kata David.

Baca juga: PGRI jadikan pandemi sebagai momentum bangkit melawan ketidaksiapan
Baca juga: PPPPTK IPA berikan pelatihan daring pada guru
Baca juga: Kemendikbud pastikan pelatihan guru berbasis zonasi berlanjut


 

Pewarta: Indriani
Editor: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Gubernur dorong kebiasaan membaca generasi muda lewat Diary Sumsel

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar