Penelusuran kontak COVID-19 penyebab lonjakan kasus positif di Kudus

Penelusuran kontak COVID-19 penyebab lonjakan kasus positif di Kudus

Plt Bupati Kudus, Jateng M. Hartopo. (FOTO ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)

Selain didukung penelusuran kontak erat dengan pasien positif COVID-19 juga didukung kepemilikan laboratorium pengujian spesimen swab (usap) tenggorokan untuk menguji ada tidaknya penyakit virus corona jenis baru ini
Kudus, Jateng (ANTARA) - Lonjakan temuan kasus COVID-19 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, karena adanya tes massal secara massif di Kudus untuk mendeteksi warga yang terpapar virus corona, terutama orang tanpa gejala, kata Pelaksana tugas Bupati Kudus M. Hartopo.

"Jadi, jangan kaget dengan hal itu karena selain didukung penelusuran kontak erat dengan pasien positif COVID-19 juga didukung kepemilikan laboratorium pengujian spesimen swab (usap) tenggorokan untuk menguji ada tidaknya penyakit virus corona jenis baru ini," katanya di Kudus, Selasa.

Menurut dia semakin luas tes swab yang dilakukan, maka semakin cepat penanganan COVID-19 di Kabupaten Kudus karena semua sudah melewati tes virus corona sehingga yang dinyatakan terpapar bisa langsung ditangani.

Sementara bagi warga yang negatif corona, kata dia, bisa menjaga diri agar tidak tertular dengan mematuhi protokol kesehatan mulai dari memakai masker, rajin cuci tangan pakai sabun, jaga jarak fisik dengan orang lain serta menjaga jarak kegiatan sosial.

Keberadaan laboratorium biomolekuler uji swab COVID-19 dengan metode real time polymerase chain reaction (RT-PCR) atau metode PCR di RSUD Loekmono Hadi Kudus, diklaim semakin mempercepat deteksi warga yang terpapar virus corona.

"Jika sebelumnya harus menunggu lama untuk bisa mengetahui seseorang positif corona atau tidak karena pengiriman spesimen usap tenggorokannya harus dikirim ke Semarang, Jakarta, Salatiga, atau Yogyakarta," ujarnya.

Sekarang ini, lanjut dia, bisa dilakukan secara mandiri dan setiap harinya laboratorium tersebut juga mampu menguji 90-an sampel.

Untuk meningkatkan kapasitasnya, kata M Hartopo, RSUD Loekmono Hadi Kudus juga mulai menambah karyawan kontrak untuk bekerja di laboratorium tersebut.

Sementara itu, Juru Bicara Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Kudus Andini Aridewi menyatakan hingga kini jumlah kasus terkonfirmasi positif totalnya 138 kasus.

Jumlah sebanyak itu, meliputi dari dalam wilayah sebanyak 96 kasus, luar wilayah sebanyak 42 kasus.

Sebanyak 69 orang terkonfirmasi positif COVID-19 di antaranya, menjalani perawatan di RSUD Kudus, RS Mardi Rahayu Kudus, RS Aisyiyah, RS Islam dan RSUP Kariadi Semarang.

"Sementara yang menjalani isolasi mandiri sebanyak 15 orang," katanya.

Dari 138 kasus positif corona, tercatat 44 orang di antaranya dinyatakan sembuh dan meninggal 10 orang.

Khusus Kabupaten Kudus, tercatat sebanyak 96 kasus positif COVID-19, sebanyak 47 orang di antaranya dirawat, 14 orang menjalani isolasi mandiri, sembuh 29 orang dan meninggal enam orang.

Untuk tambahan empat kasus positif COVID-19 terbaru, satu orang di antaranya dari Kudus, dua orang di antaranya dari Jepara dan satunya dari Kabupaten Demak, demikian Andini Aridewi.

Baca juga: Langgar protokol kesehatan, Pasar Kliwon Kudus disemprot disinfektan

Baca juga: Bertambah satu lagi, kasus positif di Kudus-Jateng jadi 34 orang

Baca juga: Pengunjung pusat perbelanjaan di Kudus jadi sasaran rapid test corona

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar