Bank Mandiri proyeksikan ekonomi RI kuartal II terkontraksi 3,4 persen

Bank Mandiri proyeksikan ekonomi RI kuartal II terkontraksi 3,4 persen

Ilustrasi - Pekerja menyelesaikan pembangunan proyek infrastuktur di kawasan Kuningan, Jakarta, Jumat (3/4/2020). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/pras.

Kita melihat ada peluang pada 2020 yaitu pertumbuhan positif terjadi di kuartal IV
Jakarta (ANTARA) - Chief Economist PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro mengatakan perekonomian Indonesia akan mengalami pertumbuhan terburuk untuk tahun ini yaitu terjadi pada kuartal II yang diproyeksikan terkontraksi hingga 3,4 persen.

Andry menyatakan perkiraan Bank Mandiri terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 tidak jauh berbeda dengan prediksi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yaitu turun 3,1 persen.

“Ekspektasi kami sudah sejak sebulan lalu kita membuat forecast untuk kuartal kedua ini adalah minus 3,4 persen,” katanya dalam diskusi daring di Jakarta, Rabu.

Di sisi lain, Andry menyatakan perekonomian Indonesia memiliki potensi pemulihan dan pertumbuhan positif pada kuartal IV mendatang dengan asumsi tidak terjadi gelombang kedua pada kasus COVID-19.

“Kita melihat ada peluang pada 2020 yaitu pertumbuhan positif terjadi di kuartal IV. Namun kalau terjadi second wave bisa saja pemulihan ekonomi domestiknya tidak lebih cepat dari kuartal IV,” ujarnya.

Ia menuturkan potensi pertumbuhan positif itu dapat dicapai melalui penerapan normal baru atau new normal dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan sehingga mampu mendorong perekonomian di beberapa sektor dan daerah.

“Menurut kami perekonomian domestik punya peluang untuk recovery kalau protokolnya dilaksanakan dengan ketat dan tidak ada penerapan PSBB secara masif lagi,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Andry mengimbau agar masyarakat tetap dapat menerapkan protokol kesehatan dalam segala aktivitas sehari-hari mengingat di beberapa negara kembali menghadapi kasus COVID-19 setelah dinyatakan nol kasus.

“Selandia Baru diberita setelah sudah bersih kemarin muncul lagi satu dua orang yang kena COVID-19. Di China juga ada terutama di Beijing dari episode di Wuhan,” katanya.

Menurutnya, pandemi COVID-19 tidak akan selesai dalam waktu dekat karena banyak negara masih memiliki angka kasus yang tinggi terhadap wabah ini sehingga Indonesia harus turut mengendalikan dan mencegah potensi terjadinya gelombang kedua.

“Ini yang menurut kami menghambat pemulihan ekonomi global,” tegasnya.


Baca juga: Pemerintah tingkatkan program pemulihan ekonomi antisipasi normal baru

Baca juga: Sri Mulyani tekankan pemulihan ekonomi dilakukan cepat dan tepat

Baca juga: Anggota DPR: Tahun 2021 masa transisi pemulihan ekonomi dampak pandemi

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Bank Mandiri Cilegon siap salurkan Rp75 miliar untuk UMKM

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar